<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0" 
  xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
  xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
  xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
  xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">
<channel>
<title>dian</title>
<link>http://www.blogigo.com/dian</link>
<description></description>
<language>en</language>
<dc:creator>dian</dc:creator>
<dc:publisher>dian</dc:publisher>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 16:24:02 +0200</pubDate>
<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
<item>
<title>bibierrr</title>
<description> 
 
Ada bermacam wajah rock, tergantung siapa yang melihatnya. Rock bisa
tampak berjasa ikut menghentikan perang dan menyebarkan perdamaian dan
toleransi; ia juga bisa terlihat rakus mengkorup mereka yang tak
berdosa dan menyebarkan moral yang bobrok, bahkan seks bebas. Tapi apa
pun, popularitas rock telah menjangkau ke segenap sudut dunia, dan
telah berevolusi menjadi bermacam variasi.
 
 
Namun, yang mana saja sebenarnya yang bisa disebut rock? Atau, sejauh apa rock bisa menjangkau ke sekelilingnya?
 
 
Setidaknya ada dua pandangan. Yang pertama, rock semata adalah
ekstensi dari rock �n� roll, aliran yang mulai berkembang di Amerika
Serikat pada 1950- an. Dengan kata lain, rock cuma gaya atau genre yang
lain dalam musik populer.
 
 
Pandangan yang kedua, rock adalah bentuk terpisah yang punya estetikanya sendiri.  Herb Bowie ,
yang menulis Reason to Rock, berpendapat bahwa hubungan antara rock dan
musik pop serupa dengan antara film dan teater, sesuatu yang kini
diterima luas:...</description>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 16:24:02 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/dian/bibierrr/1/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/dian/bibierrr/1/</guid>
</item></channel>	
</rss>