Abdul Basit Entertainment

Nov 23, 2006 at 16:40 o\clock

wulan...kepergianmu....!

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: wulan

 

 

 

langit begitu kelam mewarnai langit siang hari di banjarbaru, sinar mentari yang biasanya terik menyengat tubuh ku kini kurasakan sejuk dan dingin, kegerahan yang kurasakan semenjak siang tadih rupanya pertanda alam akan berubah, dan mendung menjadi hujan, hujan yang lebat hingga aku harus bernaung di sela sela pohon akasia. yah di bawah pohon akasia inilah aku berteduh,

meski aku sudah berlari kencang menghindari guyuran hujan yang deras dan tiba-tiba, hanya sebatang pohon besar yang rindang inilah aku bisa menemukan perlindungan, meski aku tahu itu tak banyak, karena tempiasnya masih saja membasahi sebagian baju putihku. dan aku basah..

lama aku terdiam di bawah akasia ini, mencoba mencari ketenangan, meski kegelisahanku semakin menjadi, hingga aku tak mampu lagi melanjutkan perjalananku untuk pulang, dan meski aku tahu dirumah seorang bocah lelaki berusia 2 tahun sudaha menungguku, berlari memanggilku "papa, papa pulang" sembari merenggangkan tangannya, dan mencoba untuk memelukku. sampai aku mendapati randi dengan senyum manis menyambutku,

ah, randi yang masih kanak-kanak. dan dia takkan tahu apa-apa mengenai perceraian kami, namun dia sudah merasakan kesepian yang sangat mendalam,dan randi menjadi hiperaktif...

=========================================================================

"bagaimana randi mas", sapa wulan disela-sela istirahat kami,

"baik saja, dan sehat, "ucapku sekenanya

"apa dia menanyakan ibunya roy " lanjut wulan'

"tidak"

"apakah dia sudah melupakan ibunya roy," wulan memelas

aku rasa tidak wulan, karena akhir-akhir ini randi disibukkan dengan mainan barunya, dan keasikannya itu membuat dia tak menanyakan kamu,

ah, kamu memang seorang ayah yang baik roy, kamu mampu memberikan perhatian yang lebih, sedang aku ibunya yang tak dapat berbuat banyak, dan tak dapat memberikan kasih sayang kepada puteranya,, isak wulan kemudian

sudahlah wulan, jagn kau sedihkan, lusa kamu juga akan bertemu dengan randi, dan itu adalah kesmpatanmu untuk memberinya kasih sayang, ajaklah anakmu lebih mengenalmu, meski dia sudah kau tinggalkan setahun lamanya..

iya roy, itulah mengapa kau menemuimu, karena aku sangat mengkhawatirkan randi, dan ingin anak itu baik-baik saja.

sudahlah wulan, dia anak yang kuat, dan dia mampu menangani semua ini bersamaku, dan aku janji kana menjaganya dengan benar, janjiku

=======================================================================

aku tak mampu mengenang masa itu, mengenang begitu pahitnya hidup anakku dan begitu susahnya aku tanpa wulan, karena dia wanita yang aku cintai, hingga kini,

dan itulah sebabnya aku tak mau menikah lagi, meski keinginan itu ada, toh bayangan wulan akan selalu hadir, setiap aku mau mengenal lebih dari seorang wanita,

aku tak sanggup memberi randi ibu baru, dan aku ingin randi tetap mengenal ibu kandungnya, dan aku rela berkorban untuk itu..

dan biarlah aku mengenal sosok ibunya masa lalu, karena itu adalah kebahagianku, dimana aku bisa tertawa lepas, memandang masa depan yang cerah, sampai aku tua dan sampai randi memberikan aku cucu,

dan aku masih mengingatnya, selalu, meski mimpi itu datang di seiap tidurku, meski wulan menginginkan randi, aku tatap akan menjaganya..

dan wulan kembalilah engkau dengan tenang disisinya,, inilah perceraian kita, karerna aku sangat mencintaimu

======================================================================

 


Comment this entry


Captcha