<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0" 
  xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
  xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
  xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
  xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">
<channel>
<title>Abdul Basit Entertainment</title>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen</link>
<description>My Personal

Hi 
i am from indonesia and have much more story for you</description>
<language>en</language>
<dc:creator>bhachit</dc:creator>
<dc:publisher>bhachit</dc:publisher>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:15:24 +0200</pubDate>
<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
<item>
<title>Cinta Semanis Madu, Secercah keraguan</title>
<description> 
mencintai diana, mampu membuatku menjadi lebih bergairah, seoptimis ku jalankan hidupku ini, mengharap dapat ku reguk manisnya hubungan ini, yang memberikan aku syahdu-syahdu cinta. 
 
 
&amp;nbsp;
 
 
hidup berdampingan dengan diana, memang harapan dan impianku, wanita sholehah ini mampu membuatku lebih baik, beribadah, mensyukuri nikmat yang diberikan, dan akupun masih mendapatkan cinta yang tulus ikhlas... diana, kau wanita idaman
 
 
&amp;nbsp;
 
 
keraguanku pada mu bukan aku takutkan saja, namun aku merasa keraguan ini, karena aku teramat takut membuat wanita ini menderita, karena keterbatasanku sebagai manusia yang manusiawi, bahwa kesalahan, hilaf dan dosa ini pasti akan ada... aku akan berusaha diana, mencintai tulus ikhlas dan menyambutmu... 
 </description>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:15:24 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/Cinta-Semanis-Madu-Secercah-keraguan/211/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/Cinta-Semanis-Madu-Secercah-keraguan/211/</guid>
</item><item>
<title>Wanita dalam kerudung</title>
<description> 
 
 
 
 
 
 
pandangan ku tertuju pada wanita yang berada di depanku, ku pandang lekat kearah wajah manisnya, mencermati keindahan dengan balutan kerudung hijau daunnya, memukau diterpa pantulan cahaya, seakan memberikan sinar wajah dengan kulit putihnya, tak sedikitpun aku mampu mengedipkan mataku, kusadari betapa indahnya wanita ini.
 
 
&amp;nbsp;
 
 
dia tak memandang kearahku, dengan cara menundukkan wajahnya, nama saya annisa,&amp;quot; jawaban yang ku tanyakan kepada wanita ini, ah, wanita ini sangat menjaga pandangannya. 
 
 
&amp;nbsp;
 
 
kembali kulekatkan pada sosok wanita di depanku, bukan sebagai pandanganku yang dzalim ataupun mudharat, namun sebagai bentuk kekagumanku terhadap annisa, wanita berkerudung hijau yang memukau 
 </description>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:08:00 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/Wanita-dalam-kerudung/210/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/Wanita-dalam-kerudung/210/</guid>
</item><item>
<title>Lelaki Terbahagia</title>
<description> 
aku lelaki yang berusaha untuk bisa hidup bahagia, di sela semua kekacauan hidup yang sedang ku geluti, seolah musuh penderitaan ini membuat ku kalah, hancur dan lebur,
 
 
&amp;nbsp;
 
 
aku lelaki yang senantiasa memerlukan uluran tangan halus lembut, menepuk pundak dan mengusapnya dengan penuh arti, memberikan perhatian si empu tangan dengan harapan aku bisa berbahagia, mennyatukan kembali lembaran kehancuran yang melebur tersebut, dan aku menjadi lelaki yang terbahagia 
 </description>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:00:57 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/Lelaki-Terbahagia/209/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/Lelaki-Terbahagia/209/</guid>
</item><item>
<title>Pertemuan Kekasih,....</title>
<description> 
singkat memang pertemuan ku dengan gadis ini, hanya sebentar saja, dan hanya sebagai suatu kenangan belaka, tak perlu lama untuk menyuntingnya, namun dia bersedia menjadi istriku, 
 
 
&amp;nbsp;
 
 
aku mengenangnya hanya sesaat, tak perlu untuk membuat suasana menjadi spesial karena aku memang memerlukan pendamping. menyempurnakan agamaku, dan sosok diriku yang masih lemah ini, aku hanya mampu mensyukuri semua ini, tanpa harus ada penyesalam, karena sesaat lagi aku akan memilikinya 
 </description>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 16:02:15 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/Pertemuan-Kekasih/208/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/Pertemuan-Kekasih/208/</guid>
</item><item>
<title>Cinta...akankah Bersemi di Hati Kami</title>
<description> 
Gadis itu memberikanku harapan untuk melanjutkan hubungan yang lebih sakral, dengan menerima lamaran sederhanaku, mematuhi janjiku untuk membahagiakannya, namun jujur diantara kami belumlah muncul bibit cinta, yang akan memperkuat hubungan sakral itu. 
 
 
&amp;nbsp;
 
 
kami hanya mempercayai satu hal, bahwa keikhlasan menerima dan memberi dari kami kedua belah pihak akan menimbulkan tunas cinta, yang akan mekar seiring waktu dan keadaan, dan kami akan berusaha, berjuang untuk bisa menunjukkan pada dunia kami, bahwa kami akan menjadi sepasang kekasih dengan harapan baru kami bisa saling membahagiakan.
 
 
&amp;nbsp;
 
 
gadis itu hanya tersenyum, menatap dengan pandangan yang halus, sorot mata yang menusuk sukma, dengan seulas senym bibir sederhana tanpa pemerah, seakan gerak wajah sederhana gadis itu mengatakan sesuatu, &amp;quot;aku setuju dengan pendapatmu wahai raja rumahku&amp;quot; 
 </description>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 18:34:20 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/Cinta-akankah-Bersemi-di-Hati-Kami/207/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/Cinta-akankah-Bersemi-di-Hati-Kami/207/</guid>
</item><item>
<title>tlah kutemukan belahan jiwaku</title>
<description> 
perjumpaan yang tak dapat ku duga dan kusangka, berawal dari pertemuan sebagai tamu di rumah mungil yang sederhana,pembicaraan yang mengalirpun sangat bersahaja, ringan dan sederhana, 
 
 
tak banyak tingkah, dan menjaga pandangan, gadis yang kutemui dirumah mungil itu, baru saja bangun tidur,. tak terlalu memperhatikanku, namun dia mau berbicara denganku, gerakannya gesit, menentukan langkah dan keputusan yang pasti dalam menjamu tamunya,. ahh itulah kesan pertamaku berjumpa dengannya, dengan gadis mungil yang sederhana. 
 </description>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 15:26:32 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/tlah-kutemukan-belahan-jiwaku/206/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/tlah-kutemukan-belahan-jiwaku/206/</guid>
</item><item>
<title>i love you anie</title>
<description> 
  
 
 
&amp;nbsp;
 
 
&amp;nbsp;
 
 
&amp;nbsp;
 
 
wanita semampai itu tersenyum padaku, melambaikan tangan putih mulusnya dan jemari lentiknya yang membuat ku jadi tak berkedip, berjalan seperti pragawati, indah dengan balutan pinggang yang ramping ah, kekasihku, memang telah menambat hatiku, aku pun tak berani berpaling dari anie...
 
 
&amp;nbsp;
 
 
anie kini berada disampingku, merengkuh lengan kokohku, dan menyandarkan kepalanya ke bahuku, sebelumnya satu kecupan mendarat di pipiku, dan seketika itu dia bisikkan 
 
 
&amp;quot;aku rinda padamu dino&amp;quot;... 
 
 
aku hanya mampu terpejam, dan mengumbar senyum, meski hanya gerakan tanganku yang mengusap kepala anie yang cantik ini, hal itu sudah membuatku mengatakan yang lebih, betapa akupun merindukannya....
 
 
&amp;nbsp;
 
 
kami berbicara dari hati, menyelami masing-masing makna pertemuan ini, banyak diam, namun pandangan mata kami saling berbicara, betapa kilaunya mampu mengartikan lebih, betapa kami saling mencinta, dan kamipun...</description>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 17:12:01 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/i-love-you-anie/205/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/i-love-you-anie/205/</guid>
</item><item>
<title>lelaki yang menangis</title>
<description> 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln0&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln1&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln2&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln3&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i])...</description>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 16:54:00 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/lelaki-yang-menangis/204/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/lelaki-yang-menangis/204/</guid>
</item><item>
<title>JANJI TULUS TAK KUINGKARI</title>
<description> 
Aku tlah berjanji untuk setia pada cinta suciku padamu, meski kau tak lagi berada di sisiku, merengkuh lenganku dan berada di dadaku. meski kau telah lenyap hilang, meninggalkan bekas cinta tulusmu, yang selama ini kau berikan kepadaku, dan aku tak kan mampu untuk menghapus itu semua.
 
 
&amp;nbsp;
 
 
aku telah bersumpah tak kan pindah kelain hati, karena cinta tulusku yang tlah membuat aku terbuai angan dan impian bersamamu, meski kau telah berpaling dari sisiku, dari dekapan tangan kokohku, dari punggungku yang kau sering sandarkan.
 
 
&amp;nbsp;
 
 
dan aku masih setia berjanji untuk tak meninggalkan dirimu disini, sendiri meski aku tahu kau tak sendiri lagi, bahkan aku pun bisa memastikan bahwa kau pun tlah melupakan janjiku padamu, 
 
 
&amp;nbsp;
 
 
aku hanya mampu berdoa semoga kau bahagia dengan lelaki pilihanmu, meski aku tahu lelaki itu akan selalu membuatmu bahagia, dan aku masih disini dengan janjiku....tak kan kuingkari 
 </description>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 16:28:52 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/JANJI-TULUS-TAK-KUINGKARI/203/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/JANJI-TULUS-TAK-KUINGKARI/203/</guid>
</item><item>
<title>cerita sipungguk</title>
<description> 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln0&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln1&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln2&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln3&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i])...</description>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 15:43:10 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/cerita-sipungguk/202/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/cerita-sipungguk/202/</guid>
</item><item>
<title>seperti air yang enggan mengalir pada tempat yang tinggi</title>
<description> 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
bersikap rendah hati dan juhud, adalah suatu keharusan dan dianjurkan, karena dengan bersikap demikian itu akan membuat kita menjadi lebih baik dalam hidup, serta merta membuat kita menjadi orang yang memiliki kualitas hidup. 
 </description>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 21:12:28 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/seperti-air-yang-enggan-mengalir-pada-tempat-yang/201/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/seperti-air-yang-enggan-mengalir-pada-tempat-yang/201/</guid>
</item><item>
<title>aku berteman dengan diam</title>
<description> 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln0&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln1&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln2&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + &quot;...&quot;;
}
 
 
var curDiv = document.getElementById(&#039;ln3&#039;);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(&#039;a&#039;);
for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {
if(links[i])...</description>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 15:53:34 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/aku-berteman-dengan-diam/200/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/aku-berteman-dengan-diam/200/</guid>
</item><item>
<title>dosa yang terlupakan</title>
<description> 
ku renungi di setiap senja keberadaan akan arti kehidupanku, sama sekali gamang yang kutemui, kucari makna yang terselubung di perjalanan diriku di dunia ini, di sebalik keagungan Allah, namun hal yang menyesakkan dada yang ku temui,betpa dosa yang terlupakan, membuat aku menjadi orang yang kotor, tak mampu menjaga kesucian diriku,..
 
 
betapa aku keci, nista, dibalik kehormatan yang kusandang di lima tahun kemudian, betapa aku melakukan hal yang tak semestinya, namun aku mengingkari ini tak terjadi, sehingga tak jua aku merasa bersalah, dan merasa harus bertobat menebus keslahan, namun justru aku tergelincir, di lembah kepuraan dan kemanjaan akan kejahatan dan kenistaan yang telah ku lakukan..
 
 
ah,.. kapan tobat itu memberikan aku suatu rujukan untuk bisa hidup tidak munafik 
 </description>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 19:23:46 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/dosa-yang-terlupakan/199/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/dosa-yang-terlupakan/199/</guid>
</item><item>
<title>Cinta Ilusi Yang Indah</title>
<description> 
hidup dengan dirinya membuat aku bahagia,..karena aku mencintainya, meski dia tidak mencintainya,.. dengan caraku sendiri cinta itu ada dan terus tumbuh, seiring ingatan ku padanya tak pernah pudar,..
 
 
dua tahun usia perpisahan ku, namun tak sedikitpun aku bisa melupakannya, apakah ada gunanya bagiku, ketika aku menyadari betapa dirinya sudah tidak lagi sendiri, apakah aku harus mempertahankan keyakinan cinta ku,.. 
 
 
meski gamang dan larut dalam kepalsuan cinta ilusi, aku menyadari, ada relung kebahagiaan yang hadir, tatkala aku mengingat semua peristiwa demi peristiwa bersmanya...
 
 
cinta ilusi, bersama bayangan yang tak lagi ku jumpai, bahkan tak mampu ku ukir wajah manisnya yang kini telah berubah,.. hanya saja cinta itu selalu hadir, menyelamatkan diriku ketika aku terpuruk,..
 
 
inilah caraku mencintai nya,. dengan ilusi, tanpa aku tahu lusa ada apa dengan cintaku 
 </description>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 18:34:17 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/Cinta-Ilusi-Yang-Indah/198/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/Cinta-Ilusi-Yang-Indah/198/</guid>
</item><item>
<title>LELAKI YANG TERLUKA BERPARUT</title>
<description> 
tak dapat membayangkan betapa hati ini menjadi kelu dan beku, menerima segala kebaikan dan tulusnya hati seorang wanita, memberikan cinta yang tersisa, seakan membuat bumerang akan cinta yang tak luput dari siksa batin, tak memiliki cinta lagikah diriku.....
 
 
cinta yang semestinya bisa membahagiakan, memberikan kecerahaan hidup dan kehidupan, mampu membuat duri dan onak menjadi suatu permadani indah, menjelma menjadi segumpal dan sebongkah permata yang mahal akan harganya, dan cinta itu ada karena mereka memangpecinta,.. lalau apakah aku seorang pecinta..
 
 
tak mampu aku mengungkapkan akan cinta diriku yang ini, memberikan tafsiran ayat cinta yang membahana akan kebahagian diriku ini...
 
 
ah cinta dan cinta 
 </description>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 15:32:42 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/LELAKI-YANG-TERLUKA-BERPARUT/197/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/LELAKI-YANG-TERLUKA-BERPARUT/197/</guid>
</item><item>
<title>kini aku berubah</title>
<description> 
dalam setiap hidup dan kehidupan, manusia sering dihadapkan pada suatu dilema yang tak kalah penting untuk dirinya dalam meniti kemajuan, barangkali manusia akan mendapatkan suatu makna yang membuat diirnya mengalami metamorfosa, baik dari tingkah laku dan juga kebiasaannya..
 
 
kita sering beraggapan bahwa perubahan itu tidaklah semudah apa yang di fikirkan begitu aja, yang lebih tepatnya pepatah mengatakan tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk bisa berubah, apalagi hal itu menyangkut kebiasaan dan tingkah laku yang di bawa sejak dia lahir..
 
 
&amp;nbsp;
 
 
aku berubah bukan sedrastis apa yang kita saja hampir tidak mengenali diri kita sendiri......
 
 
aku berubah secara fisik saja.... 
 </description>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 05:58:48 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/kini-aku-berubah/196/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/kini-aku-berubah/196/</guid>
</item><item>
<title>Cinta Tak Terkatakan</title>
<description> 
semudah aku membayangkan betapa diriku bahagia, jika saja aku bisa mendampinginya, memberi kesetiaan yang ku yakin akan membuatnya bahagia, memberi tawa di sela mendung kebisuan sedih mengurung dirinya karena suatui masalah,.. betapa tulus cintaku akan kuberikan padanya, karena betapa aku menyayanginya..
 
 
aku tak kan pernah membuat dia menangis, membuat dirinya terluka dan memberikan sedikit dendam akan cinta seorang pria... karena aku pria yang akan selalu ada untuknya.
 
 
namun aku hanya bisa berangan, menghayal dengan satu kenyataan bahwa cintaku tak terkatakan, kelu dan rasa tak percaya membuat diriku menjadi pecundang sejati yang terperangkap oleh ketidak percaya diri, bahwa aku bukan pria idaman untuk dirinya 
 </description>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 18:40:57 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/Cinta-Tak-Terkatakan/195/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/Cinta-Tak-Terkatakan/195/</guid>
</item><item>
<title>aku kalah</title>
<description> 
aku kalah, lalu aku menjadi pecundang sejati, yang selama ini bersembunyi dari ketidak berdayaan tanpa adanya suatu usaha untuk mendapatkan kemenangan, aku kalah bukan dalam peperangan, yang kuat akan menang dan yang lemah akan terpuruk 
 
 
aku pecundang bukan karena diriku tak mampu dan tak memiliki suatu potensi untuk menjadi the winner....
 
 
aku kalah dalam bercinta. merebut hatinya meski aku tak meyakini betapa cintanya begitu besar terhadapku, aku hanya mampu untuk bisa membuat aku terpuruk....
 
 
dan aku masih disini mengharapkan dia datang kembali, meski apapun itu, dan aku tak mampu untuk berusaha bahwa dia akan kembali padaku..... aku disini untuk diriku dan bukan utk yang ku cintai 
 </description>
<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 15:20:29 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/aku-kalah/194/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/aku-kalah/194/</guid>
</item><item>
<title>how do i forgeten of you</title>
<description> 
aku tahu dirimu selalu berada di hatiku, setiap langkah kakiku, setiap detak jantungku, bahkan di setiap helaan nafasku, selalu ada dirimu, selalu kumerasa kau berada disisiku, seakan tak pernah lepas meninggalkan diriku, karena itulah kenangan indah kita berdua begitu membekas, dan sslit untuk di lupakan
 
 
wajahmu, selalu hadir di setiap pelupuk mataku, selalu menjelma dari tawa, senyuman, tangisan, dan candamu, lekuk wajah itu selalu hadir, seperti berada didepanku, menangkap semua perubahan di wajahku, dan aku selalu menangis, bila iba hati ini, menyadari dirimu tak lagi bersamaku, dan aku terpuruk 
 </description>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 16:11:46 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/how-do-i-forgeten-of-you/193/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/how-do-i-forgeten-of-you/193/</guid>
</item><item>
<title>mencari kekasih setia</title>
<description> 
kegagalan percintaan tak serta merta membuat agus menjadi patah semangat untuk mencoba dan terus berjuang mencari kekasih setia, yang barangkali selama ini belum dia temukan, agus masih bimbang dengan apa yang terjadi selama ini, yang menimpa kisah dan percintaannya dengan wanita pujaan hati agus.
 
 
tak sedikit memang mereka baik itu teman, sahabat, dan juga orang yang tak di kenal agus, menyalahkan dengan tingkah laku dan perbuatan agus terhadap wanita yang dulu di cintai agus, mereka berpendapat ada sesuatu yang agus tak bisa mengerti, bahwa aguslah yang menjadi penyebab putusnya hubungan percintaannya, bahkan aguslah yang membuat para wanita menjauhi dirinya, ah andai saja itu memang tak semestinya.
 
 
mereka mengatakan, bahwa terbukti, beberapa kali menjalin percintaan dengan agus, selalu gagal dan gagal.
 
 
hmm,.. meski begitu, toh tidak semestinyakan agus harus berputus asa..... cari yang terbaik buat mu gus,... 
 </description>
<pubDate>Fri, 02 May 2008 15:11:17 +0200</pubDate>
<link>http://www.blogigo.com/cerpen/mencari-kekasih-setia/192/</link>
<guid isPermaLink="true">http://www.blogigo.com/cerpen/mencari-kekasih-setia/192/</guid>
</item></channel>	
</rss>