hati yang luka--->kemana akan kubawa
Mood: sad
Listening to: mine
teringat akan dirinya yang senantiasa ada di setiap sudut kota, rumah, bahkan di setiap relung hatiku yang terdalam, membayangkan wajah manisnya yang hadir, seperti baru kemarin, silih berganti wajah itu menghias pelupuk mata sayuku, tawanya, tangisnya, senyumnya, marahnya, juga kesedihannya,
seakan tak pernah hilang, selalu hadir, selalu ada, pun, ketika aku harus menerima kenyataan bahwa dirinya sudah tak mampu bersamamk lagi,..
aku tak menyalahkan diriku, juga tak menyalahkan dirinya, mengapa perpisahan ini begitu menyakitkan, tak mungkin pula aku harus menghardik keadaan, betapa ini suatu jalan yang terberat dalam hidupku,
aku terbiasa dengannya, tak sedikitpun waktu tertinggal tanpanya, dan aku hanya berfikir, butuh waktu untuk membiasakan diri hidup tanpanya, yah, ungkapan hati pada dua tahun yang lalu. hingga kini pun, masih begitu membekas....... aku tak mampu untuk meneruskan hidupĀ
