Abdul Basit Entertainment

Sep 30, 2007 at 19:32 o\clock

disini aku sendiri

by: bhachit   Category: Strory

 

Pagi yang cerah, hembusan angina yang dingin, tubuh ringkihku pun menggigil, ketika angina pagi bercampur kabut itu menerpa bagian tubuhku, aku menghela nafas dalam, mencoba menguasai tubuhku yang di balut baju hangat, hingga syal yang ku kalungkan di leher jenjangku ini, namun hawa dingin itu tak kunjung dpat aku singkirkan, ku usap-usap kedua telapak tanganku kencang, sesekali kutiup sehingga tanganku hangat oleh nafasku, menjalar keseluruh tubuhku, ku ulangi lagi hal yang demikian, karena seketika kemudian dingin itu hinggap kembali di tubuhku,

Aku duduk di dipan teras rumah tuaku, memandang alam sekelilingku yang elok, seperti lukisan yang menghampar di mataku, sentuhan yang membuat keindahan ala mini pasti bukan sembarangan, dia senantiasa memperhatikan detai struktur alam di depanku, tak ada yang kurang gumamku, semua pas dengan yang terhampar, gunung, lembah, sungai, pepohonan, burung awan dan hamparan embun yang sesekali menyelimuti gunung, berarak menjauh dan singgah ke gunung yang lain, seolah melambaikan kemalasan yang bergerak lamban,

Sesekali ku tatap ke sudut manapun dengan seksama, beralih ke sudut yang lain, sekedar mencari detai dari ciptaanNYA, aku tentu terpesona dengan yang kulihat.

Serasa enggan aku bangkit beranjak dari dudukku semula, dan ku lihat kesampingku, kopi panas yang menemaniku sudh habis, ah,.. gumamku, serasa hari ni aku enggan untuk beraktifitas,

Aku pun larut dalam lamunanku, pandanganku menembus awan yang bergerak lamban, mengikutinya dan kemudian awan itu lenyap, berganti dengan awan yang lain, dan matakupun masih mengikuti awan itu,

Tentu aku sangat mengerti akan dirimu anie, bahwa kau tidak terlalu mengharapkanku lagi, bahwa cintamu kini telah terkikis, entah karena apa, dan mengapa, aku tak tahu pasti, meski kau mengetahui bahwa cintaku padamu tak luntur dan tak lekang dimakan waktu dan musim, tapi aku bisa apa anie, seakan kau kini telah jauh berubah, entah itu karena orang ketiga, aku tak bisa memastikannya, dan kau pun memutuskan untuk kita saling jalan masing-masing, hingga kita, terutama kamu bisa menerima diriku, dan mengerti akan hubungan jauh kita ini,

Memang aku mengakui anie, betapa kita kurang dalam pertemuan, sehingga komunikasi kitapun semakin kurang saja, aku sangat mengerti akan kebutuhanmu untuk terus di perhatikan oleh ku, aku sangat mengerti kau juga tak mau menerima kesibukanku yang menjadi alasan buat ku untk tak bisa selalu menjadi bagian dirimu disisimu, jika kau memerlukannya.

Itulah mengapa kau tak pernah puas dengan pertemuan-pertemuan kita, seakan masalh akan timbul yang lainnya ketika kita haus berbagi.aku pun tak heran ketika kau ucapkan ingin berpisah denganku,

Tentu aku menginginkan hubungan yang terbaik bagi kita, tak ada sesuatunya yang sempurna memang, namun ketika kita harus berusaha, setidaknya kita dapat mensyukuri apa yang ada pada kita,

Namun dirimu berbeda keinginan denganku, perpisahan bukanlah jalan yang terbaik yang aku inginkan, namun setidaknya kita selalu saling mengerti, mengisi kekosongan dengan hal yang baik pula, aku tak mengerti apapun dengan dirimu yang selalu menyetarakan dirimu dengan mereka yang lengkap akan kasih sayang.

Aku tak ingin berpisah, dan tak ingin jauh darimu, aitulah yang ku tegaskan padamu, bahwa cintaku mampu untuk membuat kau bahagia, kau ragu, dan kau mealah mencemooh diriku, seakan diriku tak pernah singgah di hatimu, dan kau mengatakan aku tak bahagia untuk saat ini,

Kesungguhan diriku padamu dan hubungan kita tak kau terima dengan lapang dada, malah seakan kau menghardik,  perpisahan jalan yang baik bagi kita, aku terpuruk, kembali terpuruk

Anie, setelah sekian lamanya kita berfisah, dan kesekian kalinya mimpi tentang dirimu hadir, aku tak lagi mampu untuk membendung asa untuk segera menggapai dirimu, namun cinta kita tak kuat sehingga tak dapat bersatu.

Aku masih terus memikirkan dirimu, mencoba untu mencari hal yang dapat membuat dirimu datang padaku, menggapai hatiku yang tak lagi memperdulikan diriku, aku bukan lelaki yang hina anie,

Aku sebagai diriku yang sempurna di mataku, namun entah apa yang ada dihatmu, ah, aku tak tahu menahu.


Comment this entry


Captcha