dia berubah, aku tak mengerti
aku suka marah, suka menghujat, suka mencemooh, bahkan aku suka meremehkan dan merendahkannya,.. perkataanku kasar, tak melihat sekeliling, tak merasakan bahwa dia sudah jenuh denganku, ah aku banyak kekurangan,..
aku sangat menyadari akan hal tersebut, menyadari bahwa tak selamanya dia akan senang dengan kejujuranku, senang akan perkataan pedasku yang memekakan teling, membuat hati panas membara, mungkin akan menjelma menjadi amarah yang tak terbendung lagi,..
yah, aku sangat menyadari akan hal itu,. sangat mengerti semua itu dapat terjadi padanya, itulah mengapa dia berubah padaku, menjauh dan terus menjauh, hingga aku tak dapat lagi bersamanya, menjalin persahabatan dengannya. dia menghilang tak tahan denganku..
aku bisa apa., inilah aku, dari semula aku sudah menegaskan bahwa aku tak suka dengan kepuraan, tak menyetujui kemunafikan, meski aku sendiri tak bisa menilai apakah aku bersih dari salah dan hilaf...
aku hanya berfikir, dia dapat mengerti dan mengetahui aku seutuhnya, memahami semua tentang kondisi ini, namun apa lah aku, tak dapat mengerti akan semua ini, aku tersus di salahkan,..
ah, dia telah pergi, untuk apa semua ini, aku tak perlu menyesali karena apa yang aku lakukan konsekuensinya tentu padaku

