dia benar-benar telah pergi
pupus sudah harapanku yang telah lama ku pupuk dan kusirami, yang inginku bersamanya, meski sedetik, namun hanya tinggal kenangan, yang membawa bekas luka yang dalam. dan akupun terpuruk
aku tak menyangka, bahwa dirinya semudah itu melupakan diriku, berbahagia dengan lelaki lain, juga membuat keputusan untuk menikahinya, apalagi yang tersisa pada diriku, yang hanya parut luka yang teramat dalam, pedih membekas, dan tak akan sembuh segera,
entah mengapa aku tak bisa marah, membeci dirinya pun aku tak kuasa, seakan cinta telah menghukumku, mati tidak, hidup pun aku tak sanggupÂ

