Abdul Basit Entertainment

Feb 23, 2007 at 11:07 o\clock

ada yang baru didiriku

by: bhachit   Category: My Mine

aku tahu apa artinya hidup yang semakin rumit ini dan aku mengerti akan indahnya hari ini jika aku dapat mengerti apa yang akan aku lakukan untuk kemudian harinya dan itulah harapan yang terbesar dalam diriku yang membuat aku menjadi semakin bisa memahami apa yang ada pada diriku

Feb 23, 2007 at 05:58 o\clock

ada yang baru? diriku sebagai anouncer

by: bhachit   Category: My Mine

banyak hal yang aku dapatkan dari menjadi seorang penyiar, selain mendapatkan teman yang banyak, juga mendapatkan suatu yang layak untuk aku dapatkan selama ini, alhamdullilah lah sekarang doaku terkabul, yah gitu deh...

banyak hal yang aku dapatkan selama ini yang tidak aku sadari, namun setelah apa yang menimpaku 

 

aku menjadi yakin bahwa aku tak sepantasnya tidak bertereimakasih pada 4JJI dan memang lah selama 

ini aku lupa akan kewajibanku,.. doaku menjadi orang yang disenangi banyak orang yang sejak lama aku

impikan dan harapkan terkabul dan tentunya aku harus pandai bersukur.

 

aku banyak berharap perubahan dariku menjadi yang lebih baik di kemudian harinya. dan aku berharap 

suatu hari nanti menjadi hal yang baik.. doakan ya teman 

Feb 1, 2007 at 15:46 o\clock

future

by: bhachit   Category: My Mine

everybody know, what to do for lives later on the day, perhaps

Jan 28, 2007 at 08:46 o\clock

berhenti untuk berkata tidak

by: bhachit   Category: My Mine

terkadang kita tidak bisa menerima diri kita di perlakukan dengan tidak baik, dalam konteks bahwa dierinya direndahkan, dan terkadang kita tidak bisa berkata ya dalam menempuh suatu hidup yang menentukan ......                                                                                                                               

wirawan tidak bisa berkata ya pada sang istri yang di cintainya, ketika sang istri hendak bergaul dan mempunyai kegiatan di luar rumah, baginya tidak ada alasan untuk mengijinkan sang istri melakukan hal demikian, karena istri adalah ibu rumah tangga dan yang selalu melayani sang suami,..

meski demikian, sang istri memaksakan untuk bergaul dan bergabung pada arisan ibu-ibu komplek, agar tidak di gunjing oleh orang sekitar,.. apakah hal ini sebagai suatu 

permasalahan agar kita tidak selalu berkata tidak 

Nov 29, 2006 at 11:20 o\clock

kuliah,kuliah,kuliah

by: bhachit   Category: My Mine   Keywords: Kuliah

hallo semua, apa khabarnya, semoga baik dan sehat selalu ya,

sama seperti aku, dalam kondisi sehat dan fit tentunya, nah aku mau cerita sesuatu tentnag diriku dan apa yang aku alami hari ini, ok baiklah sebelumnya aku akan kasih tahu latar belakang semuanya tentang aku,

kan nda adil tahu ceritanya tapi nda tahu latarnya, kayak berimajinasi nantinya, iyakan....

ok, aku mulai dari statusku aja ya, hmmm, aku sekarang tercatat sebagai mahasiswa pertanian angkatan 2005 dan sekarang udah semester 3, meski usiaku nda muda lagi, 26 tahun, tapi semangat kuliahku terus lo, nah kalian harus semangat yah belajarnya,

aku juga sebagai operator warnet di kotaku, juga sebagai honorer pemprop kalimantan selatan, wah cukup kayaknya ya, hmm soal pacar aku nda punya alias jomblo, kenapa aku musti jomblo, yah karena aku baru putus pacaran sekitar 6 bulan, entah karena alasan apa cintanya tidak ada lagi padaku,

ok ya udah jgn di bahas masalah aku putus ya,

kita bahas aja masalah pekerjaan ku, aku kerja di mulai jam 7 pagi sampai jam sebelas malam dengan di dua tempat yang berbeda, dan juga keahlian yang berbeda, dari kedua tempat itu, yang paling mengikat ya kerja di pemprop. kerja di pemprop tuh mulai jam 7 pagi sampai jam 4 sore, dan aku masuk kerja di warnet jam 3 sorenya, wah aku kudu telat atau pulang lebih awal ya,,,,

ok nda masalah itu,sedangkan aku kuliah ya waktunya pagi soalnya aku ambil kelas reguler, bukan ekstensi, jadi di sela-sela kerja aku musti kuliah, ceritanya aku kudu keluar kerja diam-diam dan sembunyi-sembunyi,

nah ada cerita neh tentang aku kuliah dengan sembunyi smbunyi tiu.

biasanya aku masuk kuliah pada jam tepat kuliah mulai, jadi pas berangkatnya udah aku persiapin semuanya, dari baju dan juga buku mata kuliah, lagian aku nunggu telpon atau sms teman kuliahku, yang mengatakan kalo hari ini masuk dosennya atau libur,

nah, pas seperti biasanya aku mau kuliah, eh aku ketemu dan ketahuan ma kepala TU yang terkenal galak dan kiler itu,

yah jadi mau apa lagi, udah ketahuan, yah aku dengan rasa tak bersalah dan rasa tak mengurangi minat aku kuliah, aku lanjutin aja keberangkatanku ke kampus,

padahal dalam hati aku deg degan juga, soalnya entah apa yang bakal terjadi nantinya selepas aku pulang kuliah atau besoknya, pastinya aku bakal kena damprat ma kepala TU super galak itu.

dan benar saja, besoknya aku di sidang karena tidak disiplin, dan disalahkan keluar pada jam kantor, bukan jam istirahat,

uhhh, mau apa lagi, otomatis aku dapat teguran dong,

tapi mang aku orangnya damblek kali ya, besoknya aku keluar lagi, tapi yang ini aku kudu serba hati-hati, serta serba pasang mata dan telinga, ndak mau lagi aku ketahuan ma si jenggot naga itu.

 

Nov 25, 2006 at 10:22 o\clock

ah..apa kebisaanku

by: bhachit   Category: My Mine   Keywords: sebenarnya, aku

aku memang orang yang biasa, sampai biasa aku tak memiliki kemampuan apapun dan keahlian yang kata orang benar2 ahli....dan aku selalu mejadi orang yang kesekian, aku menyadari itu dan tahu sebenarnya aku.

tak ada yang istimewa pada diriku, tak ada kebanggaan terhadap aku, semuanya serba pas, bahkan cenderung kurang...lalu kata orang aku seharusnya bersyukur dan menerima apa adanya pada diriku. dan yang ini juga aku pas-pasan, memang benar seharusnya aku bersyukur, 

tapi itulah, aku bukan orang alim, sembahyang saja aku tidak lima waktu, dan gimana mau bersyukur.ah.. aku memang lelaki tak berguna, lelaki pecundang, lelaki tak punya ketetapan, dan mereka bilang aku lelaki pengecut.

entah apa dasarnya bisa aku menjadi begini.

aku tidak bisa lihai bermain badminton, walau aku sudah susah payah untuk itu, nilai akademikku juga teramat buruk.komputer juga aku masih standard, kekayaan aku juga tak bisa di golongkan kaya, pekerjaan hanya tukang suruh, pacar aku tidak punya, dan lagi-lagi aku tetap menjadi orang yang begini.

 

Nov 23, 2006 at 16:05 o\clock

ternyata aku salah

by: bhachit   Category: My Mine   Keywords: rekomendasi

aku bukan tipe lelaki yang suka mencari muka dan menjilat ke seorang atasan, meski mereka melakukannya, dan aku bukan tipe lelaki yang pasrah pada keadaan dimana aku susah mendapatkan rekomendasi dari atasan,

aku juga tidak menyalahkan mereka yang mencari muka dan menjilat keatasan, sebab sejauh atasan memang tak mempermasalahkan dan juga mereka dengan senang hati melakukannya. toh itu sah-sah saja, dan barangkali itulah yang mereka perlu dan butuhkan, ya rekomendasi dari atasan untuk diangkat menjadi pns dari tenaga honorer.

lalu apakah aku diam saja ketika aku sulit mendapatkan rekomendasi itu, dan meski aku hampir tak dapat mendapatkannya. meski dalam hati kecilku, apakah aku harus menuruti mereka, menjilat dan mencari muka,

tapi hati kecilku sungguh bertentangan dengan hal itu, bahwa jalan itu tak pantas dan tak baik, dan aku tetap pada keadaan bahwa aku akan di belakangkan, bahkan lebih parahnya barangkali aku akan di singkirkan, dianggap tak berguna ,menyusahkan dan lebih-lebih menjadi beban bagi atasan,

aku hanya tak habis fikir, inikah yang terjadi, dan haruskah jalan ini yang di tempuh. karena bagaimanapun aku tahu itu adalah hal yang tak baik.

 

 

Nov 21, 2006 at 13:38 o\clock

lelaki pecundang

by: bhachit   Category: My Mine   Keywords: pecundang

mendengar kata pecundang, barangkali kita akan mengartikan bahwa pecundang adalah sesuatu kekalahan dimana harga diri menjadi taruhanya, maksudnya, sudah kalah dalam permainan malahan harga diri terjual . bisa juga pecundang itu adalah ketakutam yang sanagt besar akan suatu kenyataan dan dia kalah.

======================================================================= 

aku selalu mengalah, mengalah pada keadaan yang sangat tak kuinginkan, hanya sekedar tuk kemudiannya dia juga mengalah untukku, dan aku mendapatkan sesuatu yang aku inginkan, mengalah untuk menang barangkali tepatnya, namun justru aku mendapatkan sesuatu yang selalau tak kunjung datang. aku terjebak pada kondisi yang aku sendiri tak tahu mengapa.

sering aku memberikan hak ku pada orang lain, namu yang aku dapatkan justru sesuatu yang hinaan dan ocehan, jagankan mendaptkan balasan yang aku inginkan, malah aku di kerjai, dan terus beegitu..

seperti malam ini, aku memang berniat untuk main badminton, dan aku sudah bilang ke john kalau aku main badminton, jauh-jauh hari aku sudah bilang, namun apa yang terjadi, john malaj bersenang-senang dengan yang lain, memilih mengingkari janjinya,

ah, salahku juga barangkali terlalu lembek, mau saja menerima keputusannya dan menerima ingkar janjinya, dan meski aku merasa kecewa, aku malah membuatnya senang,

bukankah itu pecundang namanya... 

Nov 20, 2006 at 16:12 o\clock

PRESIDEN KU

by: bhachit   Category: My Mine   Keywords: lelaki

presiden yang terhormat,

dengan rasa senang hati dan bangga akan hormatku pada anda, dan betapa intelektualnya maka ku panggil dengan anda,

aku orang kecil presiden, hingga meski suaraku lantang menolak kebijakan anda, maka akan sampai tak lebih sedetik seperti kepak suara nyamuk, aku kecil pak presiden, hingga meski aku terlihat, tak lebih sepersepuluh detik, pandangan anda akan pergi dari wajah kecilku,

aku termamat jauh pak presiden, hingga sebutir pasir pun akan lebih besar dari diriku, meski aku telah dekat dengan anda, maka tak seberapa jauh, aku kana di tinggalkan dan anda akan pergi..

hanya saja pak presiden adakah, yang lebih adil jika aku mengharapkan bapak berlaku adil, hanya saja pak presiden adakah anda, membuat ini berubah, jika saja perubahan itu akan lambat datangnya..

presiden yang selalu nomor satu.

ketika keadilan orang kecil ini terkoyak, ketika kepiluan itu melanda, harapannya pun sirna, tak hingga aku mengharap tuhanlah yang membantu ku, aku mengharap anda dapat ikut campur, aku mengharap perantara tuhanlah dari anda yang ku harapkan,

pak presiden, tahukah anda?

betapa munafiknya yang dibawah bapak, betapa terlihat sempurnanya di mata bapak, namun apakah bapak tahu di belakang?

betapa tingginya derajat mereka ketika berbicara di hadapan anda, betapa mujarabnya kata yang terjalin kalimat, bak puisi yang mampu membius bapak akan kebenaran, namun apakah tahu inti kebusukan itu, tahukah anda pak presiden?

adakah yang berjalan baik di belakang anda pak?adakah ang berjalan sesuai dengan aspirasi pak, apakah aku akan terus mengingatkan anda, bahwa anda sosok terkagum di depan, namun di belakang anda tak mengetahuinya.