Abdul Basit Entertainment

Dec 29, 2006 at 10:54 o\clock

DI SUDUT KAMPUS, AKU MENCINTAIMU

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: cerpen

sudah lama aku merindukan suasan bersama denganmu, dan sejak lama aku inginkan dirimu selalu ada disisiku, mengapa aku harus mencintaimu sedemikian rapuh, dan mengapa aku tak kuasa untuk mengutarakannya, sebab aku tahu diriku tak seperti dirimu.

====================================================================

    aku berjumpa denganmu tidak lebih dari pertama kali aku masuk kampus hijau ini, yah kampus pertanian,... dan aku terkagum-kagum akan dirimu, akan kecantikanmu, akan ramah tamahmu kepada siappun, sopan santunmu, dan juga yang terpenting adalah kamu tidak seperti perempuan lain, yang selalu memandang rendah jika ada di bawahmu.

 

    ahh, itu hanya sekelumit tentang dirimu yang begitu mempesonakan diriku, barangkali juga akan mempesonakan orang lain yang ada di sekitarmu, yang mengenalmu.

 

    aku lebih mengenalmu andri, lebih dari yang kau kira, karena aku terlalu mencintaimu, hingga akupun tak tahu mengapa aku begini...

 

 ====================================================================

    apakah aku gila karena pesonamu, dan entah berapa sudah lelaki yang masuk dalam hidupmu, tapi aku masih sabar menantimu, hingga kau melihat padaku, meski kini kau telah melihatnya, namun kau anggap itu hanya teman dan penggemarmu saja, sungguh andri aku tak mau, kau anggap aku teman, sahabat, atau kakakmu, karena aku membawa gelora cinta ini, dan yang kuinginkan adalah kau mau jadi kekasihku...

 

    meski penolakanmu tak kau ucapkan, tapi aku justru dapat melihatmu, bahwa kau telah menerima lelaki lain, yang barangkali lebih setara dengan dirimu, dan kulihat lelaki itu, tampan dan tidak akan memberimu malu bila di tengan kerumunan.

 

    bahwa kenyataan lelaki itu melebihi citra diriku, yah, andri kau pilih lelaki itu, dan aku tahu kenapa kau memilihnya.....aku tahu andri....

 

====================================================================

    tapi apakah kau tahu andri, betapa sakit hatiku, betapa terpuruknya aku ketika suatu hari kau bawa dirinya dihadapanku, dan aku tidak bisa menunjukan rasa benciku, dan sakit hatiku, betapa kau hancurkan sudut kampus ku yang kulihat dari kejauhan tentang dirimu, tawamu, candmu, dan rambutmu yang panjang tergerai tertiup angin,

 

    betapa kenangan itu membuatku berhayal bahwa kau benar-benar menjadi miliku.

 

    aku sadar andri, tak sepenuhnya aku memiliki keberanian, betapa aku takut untuk kau tolak, tapi kenyataan itu telah kau lontarkan di bibir mungilmu, dan kau telah pergi,.. kini sudut kampus hijau ini, sepi, kenagnamu terpatri

 

 

Dec 23, 2006 at 02:41 o\clock

lelaki di sudut senja, melihatmu dea

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: dea

praktik lapang untuk mata kuliah yang ku ambil di kampus memang sudah selesai, namun justru meninggalkan kisah sedih di sana, dan sampai kini menjadi kenangan yang sangat menyiksaku, betapa tidak, aku justru harus bertemu dengan gadis di seberang sana, yang tidak dapat ku sentuh atau ku jadikan teman , bahkan untuk sekedar menjadi sahabatnya.. dan aku semakin tersiksa. aku menanjaki gunung keramaian, sebuah nama yang seharusnya memberiku keramaian , yang seharusnya juga membuat hatiku memang sumringah, tapi justru , gunung keramaian itu aku jadikan alasan untuk menjauhi, kerumunan mahasiswa yang lagi sibuk wawancara dengan responden. ah, cuek sajalah, gumamku, toh, untuk apa aku disana, jika aku harus terus terbayang dengan wajah dea, yang hadir di setiap sudut dimana aku ada dan dia juga ada, ditambah aku harus menerima kenyataan kalau dea berdua dengan kekasihnya. di tempat jauh yang seharusnya kau jadikan kesempatan untuk sekdear ngobrol geto.. ============================================================================ pulangnya aku menjadi semakin tersiksa, karena sepanjang jalan aku harus menerima kenyataan bahwa mataku selalu melihat mereka berdua naik motor begitu mesra. dan ingin rasanya aku turun, memberhentikan laju motor mereka sekedar untuk merebut dirinya, dan mendekapnya dengan cinta, tapi apalah dayaku, karena dena tidak menyukaiku, karena dea lebih memilih lelaki itu..

Dec 2, 2006 at 13:02 o\clock

ketika aku harus memilih

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: kita

aku harus  menerima apa adanya dirimu, menerima bukan berarti aku harus meyakini kalau dirimu adalah yang paling berharga, sebab aku memiliki kehidupan, memang seharusnya aku menempatkan diri pada suatu kepastian bahwa kamu adalah hal terpenting bagiku,

tapi kita masih pacaran rin,kita masih sepasang kekasih yang belum mempunyai ikatan, yang menjadikan semuanya serba boleh, dan asal kamu tahu rin, aku tidak mau dijadikan batu sandaran  buat kemujuran dirimu. 

meski itu terpaksa rin, aku harap kamu mau hidup mandiri, hidup tidak tergantung pada orang lain, meski itu adalah kekasihmu sendiri,

kamu mesti bisa berjuang demi dirimu dan juga demi kebahagiaanmu, aku tidak bisa selamanya bersamamu, dan tidak bisa selalu membantumu, semoga kamu memahaminya rin, dan mampu memafkan aku apa adanya,

============================================================ =============

dan kamu meninggalkan aku rin, ketika kepergianku sesaat untuk masa depan kita, ketika aku harus mengejar cita-cita, demi kita berdua, ah rini, kamu telah pergi meninggalkan diriku dan aku tidak dapat mencari dirimu lagi. dan aku tidak bisa melihat bayangan dirimu.

barangkali kebencianmu membuat cinta diantara kita telah menjadi debu, terusap oleh waktu kepergianku, meski aku tidak bisa menyalahkan dirimu sepenuhnya rin, karena aku tahu kamu tidak sabar untuk menantikan diriku.

ah, tapi tahukah kau rin, betapa hati ini hancur dan sakit, bagai terhempas ke jurang dalam yang penuh dengan batu-batu terjal, yang siap mengoyak dan mencabik tubuhku,

betapa dirimu tega menghianati cinta kita, dan menerima bagas sebagai penggantiku, apakah kau tidak mengerti rin, betapa bagas itu adalah sahabat karribku sendiri, dan kami seperti saudara, yang saling memiliki ikatan bathin, layaknya seorang adik dan kaka.

========================================================================== 

aku sudah memaafkan mu rin, jauh sebelum kau meminta maaf untuk penghianatanmu padaku, dan aku sudah melupakan kejadian itu rin, jauh dari apa yang kau tanyakan betapa aku menderita atas kepergian dan penghianatanmu,

tak perlulah aku memberikan bantahan, karena aku sudah muak rin, dengan masa lalu kita, kamu dan juga bagas,

namun aku sadar rin, kedatanganmu padaku, membuat hatiku terluka, luka lama yang sudah sembuh itu, kini berdarah kembali, dan semakin besar saja luka itu rin,

ketika aku harus menerima kenyataan kalau dirimu ditinggalkan oleh bagas, dengan kondisi dirimu yang hamil,


 

Nov 28, 2006 at 18:34 o\clock

kenangan indah

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: indah

aku teringat suatu kenangan terindah sewaktu aku masih bersamanya, sewaktu aku masih menjalani hidup penuh kebahagiaan, sewaktu cinta itu masih ada bersamanya, masih melekat erat dan masih memberikan senyumnya padaku,

dia begitu menawan hatiku, dengan senyum manisnya, dengan lemah gemulainya dan dengan keindahan yang begitu kentara pada sosok feminim yang kental. ah aku terpana dan jatuh cinta padanya.

hari-demi hari aku lalui bersamanya, melalui hidup penuh dengan suka cita dan bahagia, melaluinya dengan semangat, dikala sang pagi akan datang bersamaku. menyambut hangat senyumku, dan segarnya udara itu.

=======================================================================

udara siang yang begitu panas, dengan terik sinar mentari yangtepat berada di atas kepalaku, membuat aku dan ani semakin kepanasan dan gerah, rencana berangkat pagi ke obyek wisata pegunungan urung kami lakukan, karena sesuatu hal, terpaksa perjalanan, kami lakukan di siang harinya, ah... padahal perjalanan begitu jauh dan memakan waktu yang cukup lama, batin kami,,,

aku berboncengan berdua dengan ani, dan begitu juga dengan yang lainya, mereka sepasang-sepasang, sama seperti aku dan ani, meski perjalanan terik dan panas, toh kami berdua sangat menikmatinya, aku bersama ani dan yang lainya juga.

tepat satu jam perjalanan lamanya, akhirnya aku dan rombongan sampai ketujuan, riam kanan, objek wisata alam pegunungan yang begitu indah, ahh, meski tujuan kami belumlah sampai benar, toh kami sudah menikmati keindahan alamnya.

aku tak tahu ani takut dengan air, dan tak pernah naik perahu kecil, karenanya dia begitu ngotot untuk tidak ikut, ahh,, kacau fikiranku saat itu, ani semakin takut melihat perahu itu bergoyang- terkena ombak dan kini dia sudah menjauh,

aku berusaha membujuknya dan berusaha untuk tetap mengajaknya ke hutanpinus, suatu pulau di tengah sungai yang indah dan menawan,

segala upaya aku lakukan agar kekasih tercintaku mau ikut naik perahu, yang akan mengatarkan kami keseberang.

dan akhirnya memang dia mau juga. dengan sedikit ketakutanya yang di tunjukan kepadaku, dan dengan rasa sayang dan ibaku, aku berusaha menenagkan hatinya, memeluknya erat dan mendekapnya penuh hangat,

setengah jam berikutnya akhirnya kami sampai di hutan pinus, hutan yang memang ditumbuhi oleh pinus, yang begitu dingin dan sejuk.sembari kami ngobrol dengan yang lain, kami berusaha membuang kehausan.

=====================================================================

kami melanjutkan perjalanan lebih ketengah di hitan pinus itu, dan sebelumnya aku dan ani dengan yang lainya memang memisahkan diri, berusah mencari ruang untuk kami berdua saja.

kami berjalan bersebelahan, saling berpelukan dan saling canda, sesekali guyonan kulemparkan di sela pembicaraan kami, dan kamipun saling tertawa lepas.

aku dan ani.. yah, berdua menghabiskan waktu di hutan pinus yang sejuk dan indah, berpelukan dan bergandengan, penuh mesra dan kebahagiaan, yah aku bahagia. ani juga bahagia. perlahan kuhadapkan wajahku ke wajah cantik ani, kupandang bola mata indahnya, dan ku nikmati kecantikannya yang begitu sempurna,

perlahan kudekatkan wajahku ke wajah ani, kekasih tercintaku, perlahan dan perlahan, aku kecup mulut mungilnya dengan bibirku, dan bibir kami bersatu, saling berpagutan dan saling melumat, begitu indah dan begitu sempurnanya, hingga aku terlarut dalam-dalam,

===================================================================== 

Nov 25, 2006 at 16:46 o\clock

jomblo

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: jomblo

high cuality jomblo, itulah yang di bicarakan selama ini oleh sebagian mahasiswi pertanian, terhadap ardian, yang memang selama delapan bulan ini hidup menyendiri alias tidak punya pacar, meski sebagian mahasiswa tidak menyetujui kalau ardian mencari yang bukan cewek biasa, toh ardian tetap saja menganggap cewek itu semuanya baik..

ardian memang cowok dengan segudang prestasi, dan segudang pengalaman, hidupnya penuh dengan hal yang positif, tak jarang ardian juga antusias dan dermawan terhadap permasalahn teman-temannya.

sebagian mahasiswa pertanian memang memberi gelar pada ardian dengan sebutan cowok keren nan macho, namun bagi ardian itu hanyalah sebutan tak beralasan sebab di diri ardian tak ada yang istimewa, tak ada yang dibanggakan dan juga tak ada yang perlu di tunjukan, semua baginya hanyalah biasa dan tak sepesial

========================================================================

seperti biasa, ardian duduk di kios pak mamat, sekedar untuk beristirahat sembari ardian memesan minuman, tampak ardian begitu serius pada buku di tangannya, membaca dengan seksama, sesekali tangannya membalik halaman demi halaman, dan sesekali mulutnya di hadapkan pada segelas cendol manis buatan pak mamat yang terkenal lezat dan enak,

tanpa sadar, dua sosok gadis di seberang ardian duduk telahmemperhatikan sejak semula ardian berada di kios pak mamat, memandang tajam tubuh atletis ardian yang di bungkushem putih dan celana jeans biru muda wah ganteng bener cowok itu, ucap gadis yang satunya kepada gadis yang lain, iya,, ganteng bener dia, anak mana seh, kayaknya mang anak angkatan lama kali ya

=========================================================================

sore itu hujan turun dengan lebatnya, mendung yang sedari tadi menggelayuti kota kecil ardian itu kini berubah menjadi lautan air, yang turun dengan derasnya, ardian yang memang sedari tadi menunggu hujan reda, tak kuasa menahan kantuk dan laparnya, bernaung di sebuah pertokoan kecil yang tak sebegitu ramai, membuat ardian menjadi begitu gerah akan kesepian, sesekali ardian mendekatkan handphonenya ketelinga, mencoba menghubungi seseorang, dan sesakli juga dia terlihat kecewa, karena nada yang di dengar malah nada sibuk,

dibalik kegalauan hati ardian yang begitu menggebu, ardian tak menyadari seorang wanita tengah baya telah mengamati gerak geriknya, begitu kentara bahwa wanita itu sungguh mengagumi sosok lelaki muda di seberangnya itu, begitu gagah dan natural bisiknya, juga sederhana namun memancarkan kharisma seorang lelaki jantan dan gairah muda.

=======================================================================

 

Nov 23, 2006 at 16:40 o\clock

wulan...kepergianmu....!

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: wulan

 

 

 

langit begitu kelam mewarnai langit siang hari di banjarbaru, sinar mentari yang biasanya terik menyengat tubuh ku kini kurasakan sejuk dan dingin, kegerahan yang kurasakan semenjak siang tadih rupanya pertanda alam akan berubah, dan mendung menjadi hujan, hujan yang lebat hingga aku harus bernaung di sela sela pohon akasia. yah di bawah pohon akasia inilah aku berteduh,

meski aku sudah berlari kencang menghindari guyuran hujan yang deras dan tiba-tiba, hanya sebatang pohon besar yang rindang inilah aku bisa menemukan perlindungan, meski aku tahu itu tak banyak, karena tempiasnya masih saja membasahi sebagian baju putihku. dan aku basah..

lama aku terdiam di bawah akasia ini, mencoba mencari ketenangan, meski kegelisahanku semakin menjadi, hingga aku tak mampu lagi melanjutkan perjalananku untuk pulang, dan meski aku tahu dirumah seorang bocah lelaki berusia 2 tahun sudaha menungguku, berlari memanggilku "papa, papa pulang" sembari merenggangkan tangannya, dan mencoba untuk memelukku. sampai aku mendapati randi dengan senyum manis menyambutku,

ah, randi yang masih kanak-kanak. dan dia takkan tahu apa-apa mengenai perceraian kami, namun dia sudah merasakan kesepian yang sangat mendalam,dan randi menjadi hiperaktif...

=========================================================================

"bagaimana randi mas", sapa wulan disela-sela istirahat kami,

"baik saja, dan sehat, "ucapku sekenanya

"apa dia menanyakan ibunya roy " lanjut wulan'

"tidak"

"apakah dia sudah melupakan ibunya roy," wulan memelas

aku rasa tidak wulan, karena akhir-akhir ini randi disibukkan dengan mainan barunya, dan keasikannya itu membuat dia tak menanyakan kamu,

ah, kamu memang seorang ayah yang baik roy, kamu mampu memberikan perhatian yang lebih, sedang aku ibunya yang tak dapat berbuat banyak, dan tak dapat memberikan kasih sayang kepada puteranya,, isak wulan kemudian

sudahlah wulan, jagn kau sedihkan, lusa kamu juga akan bertemu dengan randi, dan itu adalah kesmpatanmu untuk memberinya kasih sayang, ajaklah anakmu lebih mengenalmu, meski dia sudah kau tinggalkan setahun lamanya..

iya roy, itulah mengapa kau menemuimu, karena aku sangat mengkhawatirkan randi, dan ingin anak itu baik-baik saja.

sudahlah wulan, dia anak yang kuat, dan dia mampu menangani semua ini bersamaku, dan aku janji kana menjaganya dengan benar, janjiku

=======================================================================

aku tak mampu mengenang masa itu, mengenang begitu pahitnya hidup anakku dan begitu susahnya aku tanpa wulan, karena dia wanita yang aku cintai, hingga kini,

dan itulah sebabnya aku tak mau menikah lagi, meski keinginan itu ada, toh bayangan wulan akan selalu hadir, setiap aku mau mengenal lebih dari seorang wanita,

aku tak sanggup memberi randi ibu baru, dan aku ingin randi tetap mengenal ibu kandungnya, dan aku rela berkorban untuk itu..

dan biarlah aku mengenal sosok ibunya masa lalu, karena itu adalah kebahagianku, dimana aku bisa tertawa lepas, memandang masa depan yang cerah, sampai aku tua dan sampai randi memberikan aku cucu,

dan aku masih mengingatnya, selalu, meski mimpi itu datang di seiap tidurku, meski wulan menginginkan randi, aku tatap akan menjaganya..

dan wulan kembalilah engkau dengan tenang disisinya,, inilah perceraian kita, karerna aku sangat mencintaimu

======================================================================

 

Nov 20, 2006 at 15:57 o\clock

lelaki terluka

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: lirih

aswandi termenung sesaat, ketika hujan turun mengguyur bumi banjarbaru yang tertempa kemarau panjang, gemuruh hujan yang membasahi tak mampu mendinginkan hatinya yang telah terhina dan ternoda, oleh dendam kesumat yang seakan melebihi derajat emosinya, dan aswandi terus menggerutu, menyumpah,

sosok yang sangat di bencinya, sosok yang sangat ia harapkan kematiannya, dan sosok yang senantiasa membuat aswandi muak, namun aswandi masih saja tak bergeming dari lamunannya, meski hujan telah berhenti..

sesekali aswandi menghela nafas, mencoba menyelami kegalauan hatinya, mencoba menennagkan emosinya yang memuncak, sejak persidangannya di kantor..tak ada sisa, semua telah hancur, dan kini berakhir pilu yang menyedihkan aswandi.

aswandi tak kuasa menahanya, tak mampu mencairkan emosinya, sekedar menarik nafas untuk bisa tenangpun aswandi tak mampu,

lelaki tua kurus dengan kulit keriput yang sudah tampak di sekujur tubuhnya, membuat emosi aswandi memuncak, tatkala kata-kata yang terlontar lelaki tua itu telah mengoyak harga diri dan sekaligus perasaanya, dan lagi-lagi aswandi tak dapat berbuat apa-apa. karena persidangan itu sungguh di luar dugaanya, dan aswandi terluka.

betapa dalam luka aswandi, hingga dendampun menghampirinya, yah dendam kesumat pada sosok laki-laki tua yang tak pernah beristri itu, lelaki tua yang di mata aswandi telah tercoreng moreng dengan ketidak jujuranya, lelaki tua yang membuat masa depanya hampir hilang, dan lelaki tua yang memperlakukan aswandi dengan tidak adil....

segala perlakuak lelaki itu terus membekas di hati nya, terus mengusik setiap relung dalam jiwanya, dan mengiang di telinganya, aswandi sama sekali membecnci sartomo,membenci hingga kematian itu muncul, dan barangkali aswandi akan bangga, dan bahagia,

sartomo sosok yang membuat perbedaan itu ada, membuat ia hanya bisa menerima kekalahan, dan ketidak adilan terhadap dirinya, 

tak pernah sekalipun terfikir oleh aswandi , bahwa ia akan mendapat amarah, namun apa daya, karena ia toh orang kecil yang selalu akan salah, dan disalahkan, mencari kesalahan yang tak pantas ia terima, karena asswandi orang yang tak pernah di sukai, dalam komunitas,

 

 

Nov 16, 2006 at 22:42 o\clock

AKU AKAN PERGI...REY!!!

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: cerpen

Terkadang kehadiran sahabat membuat kita menjadi bearti, namun ketika semua sirna karena perbedaan komitmen sahabat... akankah masih sangat berarti kehadiranya...

reyna masih asik dengan kesibukannya, tugas kuliah yang di berikan dosen matematika, membuat reyna menjadi super extra memeras otak, untuk dapat mengerjakan semua soal yang bagi rena merupakan cara bunuh diri, tapi jikapun reyna tidak mengerjakan, sama saja reyna mengantarkan nyawanya sendiri, pasrah dirinya akan perlakuan pak aldian,

pak aldian memang dosen yang teramat kiler, tidak ada kata ampun bagi mahasiswanya yang tidak mengerjakan tugas yang di berikannya, selain kiler pak ardian juga teramat tanmapn, bak pangeran dari negeri kayangan, ketampanan pak aldian membuat mahasiswi-mahasisiwinya menjadi panas dingin.

tak terkecuali reyna, gadis ini teramat membenci pak aldian, dimata reyna tidak ada yang spesial di wajah pak aldian, bahkan reyna teramat membencinya, jika saja pak aldian bukan dosen mata kuliah yang diambil reyna, reyna pasti sudah muntah bila berhadapan dengan sosok pak aldian,

BUKAN KARENA PAK ALDIAN DOSEN YANG KILER, ATAU BUKAN KARENA PAK ALDIAN SOSOK YANG BEGITU TAMPAN, MELAINKAN KARENA REYNA TAK INGIN DIRINYA MENYUKAI PAK ALDIAN, SAMA SEPERTI TEMAN MAHASISIWI REYNA.

==========================================================================

hari ini matakuliah pak aldian, dan reyna sudah gelisah bukan kepalang, dalam benak reyna, dia tidak mau berjumpa dengan dosen sok dan ke gr an yang bernama pak aldian itu, maka dengan terpaksa reyna sengaja meninggalkan mata kuliah matematikanya, meski matakuliah itu sangat disenanginya.

"bukanya masuk kelas, malah nongkrong di kantin",

reyna terenyak, terkejut dengan suara yang datang dari arah punggungnya, dan suara itu sangat dia kenali, ya suara itu sangat sering didengarnya, dan reyna semakin terkejut ketika tubuh reyna sudah menghadap kepada suara yang datang itu, namun lusi tak sendiri, 

bingung dengan keadaan ini, reyna berusaha untuk menguasainya, dan reyna mampu.

"hai lusi, apa khabarnya nih, sudah lama kita tak berjumpa". sapa reyna ramah.

"oh baik saja rey, kamu sendiri gimana, baik juga kan,

"oh ya, aku baik saja,..

oh iya rey, kenalkan , ini tunanganku"' namanya aldian pramono" dia dosen matmatika di kampusmu rey",

"iya, dan reyna adalah mahasiswiku lusi, apa khabar rey, sela pak aldian,

a, a a " mm, aku baik saja pak, ..jawab reyna gugup, 

hmmm, bapak tidak mengajar pak, tanya reyna, di sela kegundahan hati reyna,

ohh, reyna tidak tahu ya, kalau kelas bapak, di ganti hari rabu,

ohh, reyna semakin bingung dan sangat malu, karena merasa dirinya tidak memperhatikan matakuliah pak aldian,

"iya, dan reyna ini lusi, hampir tidak pernah masuk kelas ku," sela pak aldian, yang semakin membuat pipi reyna merah menahan malu, 

tidak ingin suasana yang membuat reyna bingung dan malu semakin menjadi, reyna buru-buru bangkit dari duduknya, dan meninggalkan kedua orang yang sangat dikenalnya, dengan hati gundah gulana bercampur bingung,

========================================================================

peristiwa dikantin, yang terjadi minggu lalu, membuat reyna semakin tak karuan, perasaannya berkecamuk, haru biru dengan rasa penasaran yang memuncak, penasaran akan hubungan lusi dengan pak aldian, dan juga rasa ingin tahunya tentang kedua sosok yang sangat dikenalnya itu.

========================================================================

reyna memutuskan untuk hadir pada mata kuliah matematika,berusaha menjadi mahasiswi yang perhatian pada pelajaran pak aldian, meski reyna tak pernah memandang wajah pak aldian, reyna hanya tertunduk, berpura-pura mencatat,

padahal dalam hati reyna, reyna sudah muak mendengar suara pak aldian, rasanya jam begitu lama bergulir, dan ingin rasanya matakuliah ini cepat berakhir, dan itu berarti reyna dapat bernapas dengan lega,

kalau bukan karena ucapan pak aldian pada lusi tempo hari, mana mau reyna masuk pada matakuliah pak aldian,dan kalau bukan karena rasa malu reyna , reyna tak bakalan mau memperhatiokan pelajaran pak aldian, karena bagi reyna, pak aldian adalah sosok yang sok dan angkuh, terbukti pada pembicaraan reyna dengan pak aldian waktu dikantin

huh,,, keluh reyna, tatkala matakuliah berakhir, lega rasanya, meski reyna merasa, penasaran itu termat sangat ia rasakan.

reyna, tunggu, tegur pak aldian, reyna jagn keluar dulu, bapak mau menyampaikan sesuatu hal .

"apa itu penting pak untuk rey"sela reyna dibalik kekecawaan rey..

teramat penting rey, dan inilah yang membuat bapak tak enak hati,,,

tak enak hati bagaimana maksud si sok dan congkak ini, batin reyna.

"ada waktu kan rey"

ya, jawab reyna, dibalik kekesalan rey pada pak aldian.

"reyna,,kenaa reyna tak pernah memperhatikan matakuliah saya, apakah reyna tidak menyukainya, ataukah ada hal yang membuat reyna tidak nyaman?.

reyna yang mendengar ucapan telak pak aldian, dan tak menyangkanya, membuat reyna semakin merasa bersalah, dan reyna tidak tahu harus menjawab apa,

ayolah rey" desak pak aldian, jawab pertnayaan bapak,

ohh, tidak apa apa pak, saya cuman sibuk pada jam matakuliah bapak ,,

"benar rey,

"iya pak benar", tegas rey.

" bapak kira, reyna tidak menyukai matematika karena bapaklah dosennya",

"oohh tentu tidak pak, saya sangat menyenangi matematika, dan saya juga senang dengan ba..."

"dengan apa rey" selidik pak aldian, yang membuat pipi reyna menjadi panas.

oh tidak pak, tidak apa"

baiklah reyna", berarti minggu depan reyna dapat mengikuti, mata kuliah bapak, selamat bertemu minggu depan reyna" dan reyna boleh pulang...

baik pak, terima kasih..

=======================================================================

eh sin, tahu tidak kalau pak aldian, mau pindah mengajar,

iya, aku juga dengar may, kalo tidak salah pak aldian pindah mengajar jadi dosen di jakarta,

iya, wah sayang ya sin, kita tidak bisa bertemu lagi dengan pak aldian yang ganteng itu....

iya may, padahal aku menyukai matematika karena pak aldian jadi dosennya,

aduh gimana dong sin, iya may, gimana dong....

dan reyna berlari menuju ruang dosen... 

=======================================================================

pak aldian, kenapa bapak tidak bilang kalau bapak, mau pindah, padahal bapak berjanji pada rey minggu depan, bapak mengajar..

reyna, ini bukan kehendak bapak, melainkan ini adalah keputusan rektor, yang meminta bapak agar mengisi kekosongan dosen di jakarata, dan karena alasan untuk kemajuan bapak juga, reyna...

bapak bohong, bapak memnag pembohong, dan rey tidak percaya lagi pada bapak...

reyna terbangun dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya,,

terbangun dengan rasa penasaran yang sangat besar, ketika berita kepergian pak aldian sampai pada rey, dan rey bingung harus bagaimana...

========================================================================

sin, tahu tidak, ternyata pak aldian, pindah bukan karena di tunjuk dosen, melainkan pak aldian mau menikah sin,

ah yang benar may, masak sih, dengan siapa?

kalau tidak salah dengan lusi,,, anak kedokteran, ..

dan reyna remuk redam, mendengar berita itu,

========================================================================

reyna kehilangan orang yang sangat dia kagumi, seseorang yang sangat ia cintai dan sayangi, dan sangat dia dambakan, karena rey, mencintai pak aldian,

namun rey tidak kuasa, ketika cinta itu semakin menggebu, meski reyna harus mengorbankan jiwanya, demi kebahagian sahabatnya lusi,,,

 

Sep 11, 2006 at 20:31 o\clock

cinta itu hadir ketika aku jatuh

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: CINTA

meski aku tahu, risa mencintai reza, dan meski aku juga tahu sedlam apa cintaku pada risa, namun aku tak mampu berbuat banyak dalam hal cinta segitiga kami,

aku menyadari betapa berat harus memilih antara aku risa dan reza, dan keputusan yang mencengangkan bagi mereka berdua ketika mereka telah memadu cinta, adalah aku harus pergi meninggalkan mereka,,

menerima kekalahan ini dengan lapang dada dan tak merasa harus dendam,

namun aku tetap harus pergi,, dan itulah kenapa aku harus pergi...

karena cintaku hanya untuk kebahagian mereka, dan aku sanggup untuk menanggung derita..