LELAKI YANG DI HINA...UNTUK SEBUAH CERITA
MENJADI DIRIKU SENDIRI TERAMAT SULIT KULAKUKAN, SADAR AKAN KEKURANGAN DAN MAMPU MENGERTI KEMAMPUAN DIRI, ITULAH AKU,.. YAH AKU LELAKI YANG SERING DI HINA., HANYA AKU BUKAN ORANG YANG BIASA..
Apapun yang ku lakukan untuk sebuah kebaikan pada seseorang, meski itu hal yang terkecil yang ku mampu, selalu tak mendapatkan kebaikan pula pada diriku, dianggap selalu kurang, tidak pantas akan kebaikan itu, bahkan sama sekali tak berarti di hati mereka,.. namun semua itu tak perlu aku risaukan, jika saja mereka berkenan menerima kebaika ku, tulus ikhlas yang aku tunjukkan, malah membuat mereka membenciku,
seakan wajahku penuh kehinaan, tubuhku memberikan aroma kebencian bahkan lebih dari itu, berpaling tak memandang keberadaan diriku sudah terlalu sering ku temukan di hati mereka,...
ahh apa dayaku kini, hanya saja aku memang membtuhkan tempat dimana aku mampu mencari sesuap nasi, menafkahi keluargaku yang kekurangan... andai saja aku tak membutuhkan uang itu, aku sudah pergi dari sudut hati mereka, pergi meski tanpa kesan...dan tentunya membuat hati mereka puas akan kehancuranku...
aku yang berhati lirih. berjantung ketak berdayaan, hanya mampu bersabar. hanya memejamkan mata menahan gejolak amarah dan dendam, meski kesadaranku terkadang hampir habis untuk membalas semua ini, namun hati nuraniku mengatakan tak ada artinya dendam itu, dan kau akan rugi sendiri... yah aku akan merugi..
apalah dayaku, menanggapi segala hinaan ini, cibiran dan gunjingan mereka, caci maki mereka pun kerap aku dengar, tidak berbisik, secara terang pun mereka lakukan, aku hanya menjadi lampiasan kemarahan mereka,.. dan lagi-lagi aku tak berdaya,.. bahwa aku membutuhkan kerja ini, untuk sekedar nafkah keluargaku, dan kalau saja aku tak membutuhkan uang, aku akan pergi...
aku mencoba menguatkan hatiku. membesarkan nuraniku, bahwa ini hanya sementara. bahwa ini hanya bagian hidupku yang kesusahan. dan nanti kelak akan hilang sirna semuanya. berganti dengan kebahagiaan... yang kureguk bersama udara yang mengisi rongga dadaku yang sesak...
meski ini masih hayalan...

