Abdul Basit Entertainment

Jul 30, 2010 at 13:33 o\clock

kau di ujung kerinduan

by: bhachit   Category: Friendship   Keywords: sad, singing

Entah brapa tahun kita tak saling jumpa, bertukar kabar melalui suratpun tidak, kita di sibukkan dengan rutinitas keseharian, tanggungjawab dan kehidupan pribadi kita yang menuntut kita begini, perpisahan seharusnya tak memutuskan silaturahmi.

 

entah sudah kesekian kali aku mengenangmu, pun aku tak tahu kau mengalami hal yang sama. aku hanya berharap, kita dapat bersua kembali, mengenang indahnya persahabatan kita, 

 

ah,.. entah bagaimana keadaanmu skrng, entah kau berubah atau tidak, barangkali sudah tak saling mengenal jika bersua tak sengaja, 

selalu itu yang aku fikirkan, keberadaanmu, entah dimana, dan aku masih disini, menunggu mu untuk mengunjungiku, bersandar di kursi tua tepi danau, mengenang kebersamaan kita dulu, 

 

yang ku inginkan kau hadir di sisiku, menjenguk lelahku menahan hidup ini, hingga ajal akan menjemputku, tak lama lagi,

ke inginan ini semakin kuat, tak mampu kubendung asa untuk secpatnya bersua, mengejutkanku dari belakng, memberikan senyum terindahmu, yang membuat hidupku berarti, 

 

hingga detik terakhir, kau tak kunjung datang, janjimu untuk tetap menemuiku tak kau tepati, lusa, barangkali kita tak berjumpa lagi, barangkali pula untuk selamanya, krena lusa, vonisku akan datang..

 

datanglah sebelum ajal menjemputku, untuk terakhir kalinya..

Jul 30, 2010 at 11:59 o\clock

10 hari bersamamu, terindah dalam hidupku

by: bhachit   Category: My Mine   Keywords: remember

Barak ini saksi persahabatan kita, betapa kita begitu cocok, saling bercerita, saling bercanda, bergurau dan tertawa, kebahagiaan seakan hadir di sisi lain kehidupan kita, sejenak kita lupakan sanak saudara, membaur akan cerita masa depan kita,

 

kau hadir di sisi terlelah dalam hidupku, menjalani wajib militer yang telah di gariskan kepada kita, menyatu pada tugas mulia, mendisiplinkan dan memantapkan mental, ah,.. barak ini saksi persahabatan kita

 

kau lebih tua dariku, meski demikian kau bukan guru dan tak mengguruiku dengan cerita nasehatmu, kau bukan menghardik atau memfonis keluhanku, kau juga tak memberiku celah untuk membuat terpuruk hati dan fikiranku akan sanak saudara yang sesekali aku ingat.

 

kini, di sepuluh terakhir kebersamaan kita, kita berpisah, kembali pada kehidupan nyata kita, di pelukan hangt sanak keluarga. namun kau tetap ada di ingtanku, sobat.

 

malam keakraban kita bernyanyi bersama, menari bersama saling pandang, saling tawa, tak kita hiraukan orang lain yang barangkali iri akan kebersamaan kita,

 

ku ucapkan selamat berpisah, sampai jumpa lagi, namun dirimu tak menerima itu, hingga detik terakhirpun kau tak menyambut uluran tanganku, mengucapkan godbye, mengucapkan sepatah kata perpisahan, kau tetap tersenyum,