Abdul Basit Entertainment

Jan 2, 2010 at 13:34 o\clock

HATI LELAKI RADIT

by: bhachit   Category: Strory

tak ada yang memahami nya. di kesendiriannya. diamnya. cueknya pun dalam bicaranya tidak seorangpun mampu menyelam kedalam hatinya. meski hanya sekedar ingin tahu, apa sebenarny yang terjadi. radit. lelaki yang penuh hati.

 

seperti biasa, di sudut kelas belakang dengan tatapan hampa duduk terpekur, radit lakukan setiap harinya. tanpa exspresi, tatapan kosong kedepan tanpa menoleh, radit yang diam seribu bahasa. kesunyian yang mendalam di sudut kelas itu. menakutkan...

 

tak ubah jam kelas pagi, jam istirahatpun radit hanya duduk di bawah pohon beringi rindang sudut aula yang kosong. tanpa teman tanpa sahabat. 30 menit berlalu tanpa apapun yang dia lakukan, sunyi sepi, menakutkan

 

bel berbunyi panjang, tanda kelas telah usai, anak2 berhambur keluar saling mendahului, berbaur satu dengan yang lain. mengejar angkot yang telah menunggu lama penumpang sekolah smk negeri 1 itu sejak jam 13 siang. namun di sudut kelas pojok kanan itu, sosok itu masih tetap duduk, tanpa expresi, tanpa suatu hal pun yang menginginkannya untuk bangkit, seakan enggan untuk pulang radit tetap dengan pandangan kosongnya... sunyi lagi. sepi lagi... dan manakutkan kembali.... 

 

dit.. sapaku lembut. lelaki itu tak menoleh, tak menyahut bahkan dia berlalu begitu saja. radit.... sapaku kembali. bisa pulang bareng... ujarku meminta.... namun radit tak kunjung berhenti. langkah gontainya masih seirama, jauh meninggalkan aku... dit tunggu. 

 

-----

pagi cerah itu, tak seperti biasanya, ada sesuatu yang hilang. terasa aneh. tapi apa, aku tak mengerti, tak menahu. hingga jam istirahat. tak kunjung jua ku temukan jawaban aneh di hari itu. membuatku takut... dan ini menakutkan..

radit sudah 2 hari tidak masuk ujar tia membuka gosip siang itu, tak tau kemana tuh cowok, tapi sudahlah nda ada yang istimewa ada atau tidaknya radit dikelas... toh kita tetap mendapatkan hal yang biasa saja.

---------

dit sapaku tegas,....bisa bicara... penting...tegasku kembali...radit bangkit. berjalan menyusuri lorong bangku, ku ikuti langkahnya di belakang. di bawah pohon beringin rindang radit berhenti, duduk di tempat biasanya. tanpa memandangku, tanpa exspresi.... sunyi, sepi... dan aku takut... takut untuk memulai bicara...

bicaralah... aku tersentak.. kulihat jam di tanganku, sudah 15 menit aku diam, pun demikian radit masih seperti semula.... oh anu maaf telah menunggumu lama.. sebenarnya... anu.. gugupku tak tertahan...membuat radit memandangku, seketika pandangan itu membuat ku miris. pandangan lelah yang tertuju kepadaku...

tunggu dit... sembari ku tarik lengan kokoh itu,.. menyentaknya untuk tetap duduk. rupanya radit tak sabar, atau bahkan tak menganggap ada pembicaraan yang penting....

 

tunggu dit. aku hanya ingin menyampaikan ini, kusodorkan kertas biru usang tulisan radit. 3 tahun lalu, radit tercengang. memandang heran seolah tak percaya. sesekali kewajahku, dan ke kertas biru yang masih ditanganku....

perlahan ku tundukkan wajahku, membuka cadarku, mengibaskan rambut panjangku. berpaling dari tubuh gagah di depanku, sembari terisak, inilah aku dit. ratihmu..... maafkan aku.... telah membuatmu menunggu.... lelahmu... di 3 tahun ini... hatiku perih melihatmu... maafkan aku...

tanpa exspresi, radit berlalu. badannya tergoncang., isaknya terdengar perlahan tanpa menoleh.... berlalu perlahan. hilang di kejauhan... radit yang terluka... maafkan aku dit....sampai jumpa lagi