Cinta...akankah Bersemi di Hati Kami
Gadis itu memberikanku harapan untuk melanjutkan hubungan yang lebih sakral, dengan menerima lamaran sederhanaku, mematuhi janjiku untuk membahagiakannya, namun jujur diantara kami belumlah muncul bibit cinta, yang akan memperkuat hubungan sakral itu.
kami hanya mempercayai satu hal, bahwa keikhlasan menerima dan memberi dari kami kedua belah pihak akan menimbulkan tunas cinta, yang akan mekar seiring waktu dan keadaan, dan kami akan berusaha, berjuang untuk bisa menunjukkan pada dunia kami, bahwa kami akan menjadi sepasang kekasih dengan harapan baru kami bisa saling membahagiakan.
gadis itu hanya tersenyum, menatap dengan pandangan yang halus, sorot mata yang menusuk sukma, dengan seulas senym bibir sederhana tanpa pemerah, seakan gerak wajah sederhana gadis itu mengatakan sesuatu, "aku setuju dengan pendapatmu wahai raja rumahku"

