bayangan dirimu di setiap sudut
kupalingkan wajah, ketika ku lalui tempat dimana kita berdua sering menghabiskan waktu, menyisakan kesedihan, membayangkan hati miris, dan menangis, karena danau di sudut pohon rindang itu tempat kita berkeluh kesah,..tentang kita berdua....
aku masih memalingkan wajah, sembari ku pejamkan mata ini, tak kuasa menatap tempat itu, taman mekar kota, dimana kita sering bercanda, berbahagia, berbagi cerita, tentang masa depan indah kita,.. dan aku masih memikirkan itu.
dan akupun masih galau, dengan keberadaanku di rumah ini, rumah mungil di teras depan yang sering kita duduki, berpegangan tangan, saling menatap mata, dan sesekali ku kecup kening, hidung dan bibirmu, kau pun terpejam, menikmati indahnya malam minggu, aku melayang terbang, betatapa indahnya hari hari kita... dan aku masih harus menahan nafas sesak di dada, betapa kenangn yang tak bisa begitu mudah di lupakan..
lalu bagaimana dengan sudut rumah besarmu, dan tempat favorit mu ah, aku tak sanggup lagi membayangkannya
