Abdul Basit Entertainment

Nov 30, 2007 at 16:34 o\clock

Biarlah Mereka Berkata Apapun !!

by: bhachit   Category: My Mine

Sudah sepatutnya aku memikirkan diriku sendiri, mencoba untuk menafsirkan apa yang telah terjadi akhir-akhir ini, berdalih untuk instropeksi diri, yang senantiasa membuat diriku menjadi orang yang baik dan bijaksana, seharusnya itu yang ku maui

semua orang barangkali menginginkan yang terbaik dalam dirinya, menjadi diri sendiri dengan tidak melupakan hal yang tidak di sukainya, meski hidup itu penuh dengan pilihan, sehingga kita bisa saling mengetahui bahwa kita tidak hanya menjadi orang yang senantiasa memberikan apapun bentuk dari  apa yang kita inginkan

yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memulai apa yang bagus pada diri kita itu saja.

 

Nov 22, 2007 at 16:13 o\clock

aku memang tidak punya nyali

by: bhachit   Category: My Mine

entah apa yang terbesit di kepalaku, barangkali hal yang aneh yang selama ini aku alami, aku masih tidak bisa mempercayai bahwa betapapun aku berjuang keras demi diriku ini, aku masih orang yang belum punya apa-apa.

 

dalam kehidupanku, saja aku masih terbelenggu oleh ikatan yang semestinya tidak aku terima dan ku setujui, aku masih saja berada dalam lingkaran yang penuh dengan kepuraan, betapa aku terlihat sempurna, ya aku terlihat sempurna, namun jauh dari semua itu aku hanya orang yang mudah di remehkan, di cemooh, dan juga di anggap sombong,

 

barangkali tepat kiranya kata pepatah, tong kosong nyaring bunyinya, hal itu pula yang membuat aku menjadi bukan diriku sendiri, sulit memang buat ku menjadi apa yang aku inginkan, berdalih hanya sebagai suatu proses yang sedang aku jalani, aku selama delapan tahun menerima dan tak mau mengakui bahwa aku masih saja honor, tingkat rendah, yang hanya sebagai clening service,

 

ah, banyak dari mereka yang tak mengetahui itu semua, bukannya malu mengakui, namun karena mereka tak bertanya, serta mereka juga tak memperdulikan hal tersebut.

 

aku berada pada tekanan yang teramat berat, menerima bahwa aku sebagai pecundang, yang selalu kalah dalam pertempuran, tak mengerti bagaimana taktik yang harus aku jalani, semuanya cenderung menjerumuskan diriku, menganggap aku akan mencari aman saja, seolah tak ada motivasi yang ada pada diriku, aku nyaris sempurna dalam ketidak berdayaan diriku ini.

 

yah, dalam permainan aku selalu kalah, berusaha menangpun aku tak mampu, apalagi hanya sekedar mengalah, tentu hal ini akan mempermudah mereka yang pada posisi tak membuat beban.

 

aku juga dalam percintaan selalu kurang, menganggap hal yang sepele memang seple. tapi justru hal itu menentukan selanjutnya. dalam kalimat aku tak bertatak rama, juga dalam menilai aku senantiasa pada posisi yang tak pas...

 

aku harus berubah, berubah sempurna dan tak melakukan kesalahan lagi yang membuat aku menjadi fatal dalam langkah selanjutnya 

Nov 21, 2007 at 17:00 o\clock

Ketika Cinta harus di tunda

by: bhachit   Category: Strory

waktu yang telah kusisihkan untuk memperhatikannya, untuk menyayanginya, serta untuk kepentingannya, tidaklah cukup di matanya, pendekatan selama beberapa minggupun tak memberinya arti sedikitpun, yang ada dia meminta lebih dari itu.

ketika cintaku yang tulus terbentur oleh ke tidak berdayaan dimana aku hanya memiliki sedikit waktu, aku tak mampu untuk merebut dan mengambil hatinya,..

ah, ketika cinta yang terucap ini menjadi tak bermakna, ketika hatiku yang berbunga tersiram oleh debu, aku harus mengulanginya kembali, sehingga aku ragu untuk meneruskan semua pendekatan ini,. 

aku bukanlah lelaki yang memiliki waktu yang luang hanya untuk sekedar cinta semu, betapa aku tak mengerti bahwa aku tak bisa membuat hatinya luluh, menerima diriku apa adanya, malah keraguan pada dirinya, yang tak bisa ku mengerti. 

 

Nov 21, 2007 at 16:52 o\clock

persahabatan terkadang membuat kita teracuni

by: bhachit   Category: My Mine

apa yang kita fikirkan tentang sahabat, bisa membuat kita lupa akan segala yang kita rencanakan, karena sahabat pula kita bisa sukses, barangkali faktor inilah yang membuat kita memutuskan untuk memiliki seorang atau lebih sahabat, yang mampu membuat hidup dan kehidupan kita berwarna, selain kekasih pujaan hati

 

sahabat mampu membius kita pada kepercayaan ketika kita di beri suatu kebahagiaan, terkadang juga membuat pertengkaran kecil, yang memutuskan untuk tak menerima persahabatan itu lagi.

 

setidaknya jika harga diri kita telah pun terinjak oleh akta-kata seoarang sahabat. aku tak mampu untuk menghindari hal itu,.. benar juga apa yang kita fikirkan bahwa kita cape untuk menerima ini, sahabat dan persahabatan yang tak kita inginkan lagi 

Nov 19, 2007 at 16:52 o\clock

bingung ---- pusing --- bingunggggggg

by: bhachit   Category: Strory

wadaw,... beberapa hari ini aku ko rada nda mute geto ya,... serasanya banyak banget yang ngeganjal neh hati, nda tahu juga apa yang buat aku ko rasanya ada yang hilang dalam diriku, temen atau keluarga terdekatku ini kah, atau barangkali mengenai pekerjaanku, ah, ketidak tahuanku ini membuat aku menjadi serba salah saja.

 

hidup ini memang senantiasa merasa bersalah kale 

Nov 8, 2007 at 03:22 o\clock

sahabat,.. aku akan pergi

by: bhachit   Category: Friendship

aku menyuruhmu untuk tetap memilih dia, untuk kau jadikan pegangan hidupmu, aku menginginkan dia yang menjadi pendampingmu yang sejati, selayaknya, karena dia adalah wanita yang baik, dan cantik, dia wanita yang mencintaimu teramat sangat. aku adalah sahabatmu, jauh sebelum dia hadir di sisimu, dan aku sepatutnya menyingkir dari dirimu, bukan karena aku cemburu, atau bukan karena kau lebih memilih cintamu, namun kita perlu sadar kawan, bahwa aku hanyalah sahabatmu, yang senantiasa hanya memberi dukungan, dia mampu memberi kasih dan sayang. sahabat, kini aku pergi, bukan membawa luka, juga bukan karena hati tertolak, bahkan bukan karena remuk, lebur karena termakan perasaan, namun kepergianku untuk diriku, dirimu, dan dirinya,.. yang kini kulihat ada yang janggal di hati kita,.. bahwa benar adanya, dirinya cemburu, kau lebih berpihak padaku,.. selamat tinggal sahabatk terbaiku

Nov 8, 2007 at 03:12 o\clock

kau campakkan aku demi cinta

by: bhachit   Category: Strory

persahabatan kita tak bisa di bilang sederhana, sedalam yang ku ketahui dirimu bagian dari hidupku, kaupun merasa tak mampu bertahan tanpa kehadiran diriku disisimu, namun aku hanya sahabatmu, meski kebahagian, tawa, canda gurau semunya ada dan hadir di setiap kebersamaan kita. kini tibalah saat kau bersama dirinya, wanita yang kau pilih, dan ku setujui, meski aku teramat yakin kau tak mampu untuk membagi dirinya dan diriku, aku mencoba menepis keraguan di hatiku, ketika kalimat "semampuku aku akan membagi sahabat dengan kekasih",.. aku tetap mampu berjalan, meski aku sadar saat ini kau pun telah melupakan sahabatmu ini, ah,.. apalah kelebihan diriku yang hanya mampu memberikanmu sesuatu yang tak bosa deberikan wanita itu,... aku tetap mencoba bertahan, tak mau mencampuri urusanmu, ketika kau pun curhat dan berkeluh kesah dengan kekasihmu, jahat rasanya jika aku memberikan keputusan buruk untuk memisahkan kalian,.. namun kini, apa yang bisa kita lakukan, kita telah pun berbeda, tak adalagi rasa dan persaudaraan yang terhapus dengan hadirnya cinta itu padamu, atau barang kali inilah memang saatnya, aku harus pergi,.. selamat tinggal sahabat, kau adalah yang terbaik, biarkan aku sendiri, menanti sahabat lain, yang aku mulai dari awal, sama seperti dirimu, awal dan akhir yang begini,.. karena sahabat bukanlah hal yang terindah, untuk di jadikan hidup kedepan....

Nov 5, 2007 at 12:17 o\clock

aku merasa sendiri

by: bhachit   Category: Strory

barangkali memang beginilah keadaan diriku yang senantiasa merasa selalu ada kekuranngan dan selalu merasa tak pernah cukup, hal ini lah yang membuat aku semakin terpuruk ketika aku dan sahabat juga teman yang lainya tak mendapatkan hal yang tak ku inginkan, terkadang kita menganggap persahabatan adalah hal terhebat yang kita punya, sahabat mampu menempatkan diri kita pada suatu keadaan dimana kita di butuhkan, saling memberi dan menerima, toleransi dan juga empati, terkadang membuat kita di posisi yang sulit, secaranya aku menginginkan sahabtku sebagai dirinya sendiri, tak perlu memperoleh pengaruh dari luar, percaya pada diriku, juga mampu untuk menempatkan dirinya di tengah kegalauan hati, ah aku memang egois ya, menempatkan dia sebagai orang yang harus mengerti diriku, sedang aku sama sekali tak mengerti akan dirinya, mendukung dan memberikan hal terbaik. namun, jika kita berusaha untuk memberikan dan selalu memberikan hal yang terbaik bagi kita, tanpa kita harus menerima kebalikannya dari dirinya, aku merasa ini tidak adil. .. itulah yang terjadi pada diriku sahabatku sendiri, selalu saja curiga pada diriku, selalu menempatkan kalimat yang ku ucapkan pada posisi menyudutkannya, kecurigaannya dan pemikirannya bahwa aku selalu membela kekasihnya,.. aku ingat peristiwa kekalahannya waktu pomnas X di banjarmasin, niat hati sih untuk memberikan suport bahwa dirinya sudah termasuk hebat, juga sudah termasuk kebanggan diriku, sedikitpun aku tak menyinggung kekalahanya, yang aku kira akan sangat menyakitinya,.. jadi sengaja saja, aku membicarakan kekasihnya yang sendiri, kelaparan, kepanasan di tempat lain, al hasil, dia justru marah padaku, menuduh bahwa diriku selalu memikirkan kekasihnya, tak pernah memikirkannya. aku jadi semakin salah saja, aku justru ingin membesarkan hatinya, mencari celah pemikirannya yang terpuruk, karena aku tahu, dia bakal selalu ingat akan kekalahanya, aku juga tak bisa mengerti, kenapa justru selama ini aku yang jadi kesalahan, dia dan kekasihnya adalah temanku, sahabatku, sehingga aku tahu banyak tentang mereka,.. sebelumnya memang aku telah mengundurkan diriku untuk tidak lagi perduli pada mereka, faktanya aku harus menjauhi mereka berdua,.. aku tak mengerti kenapa mereka melarangku, meninggalkan mereka berarti membuat hambar percintaan mereka, disisi lain aku selalu berda pada ketidak nyamanan dan ketidak sukaan ku pada hubungan mereka,..] aku berfikir, inilah ujian untuk diriku, dimana aku harus berfikir rasional, bahwa aku harus mendukung mereka, lain halnya dengan ry kekasih rz, aku selalu menempatkan diriku untuk tidak dijadikan bahan curhatan dirinya, meski aku tahu banya rz seperti apa, aku toh tak mau menceritakan siapa dan bagaimana rz sebenarnya, aku berfikir, bukan aku yang harus menceritakan diri rz, namun waktu untuk merekalah yang akan mereka temukan, bahwa diantara mereka memiliki sesuatu yangpatut untuk di pertahankan, ry, memang agak tertutup padaku, aku toh menyadari hal itu, karena aku memang tidak ingin ry mengetahui yang tidak di ketahui oleh rz, ----- kemarahanku pada rz, kemaren, memang tak membuatku menjadi berubah, apalagi harus memutuskan persahabatnku yang terjalin cukup lama, namun sikapku, untuk tak menggubris dirinya, justru membuat aku menjadi semakin salah, rz, memang ada menelponku, barangkali berusaha untuk memperbaiki keadaan persahabatan kami, aku sengaja aja, untuk tak mengangkat telponnya, apalagi berbicara dengannya, bagiku, kemarahannya justru tak beralasan, tak menempatkan posisi yang sebenarnya, atau barangkali dia tak mengerti akan ke tulusan ku untuk memberi dukungan, atas kekalahanya di pomnas... tapi sudahlah, itu semua telah terjadi, kedepannya aku harus bisa lebih bijak dan dewasa lagi, kesempatan untuk meninggalkan persahabtan ini, cukup besar, dilain pihak aku sudah memiliki kekasih, tentunya yang ku harapkan adalah fokus dan menjalani hidupku sendiri, memang persahabatan itu perlu, namun jika di dukung oleh rasa saling pengertian,.. aku tak ingin menjadi beban mereka, sedangkan diriku juga tak menginginkan mereka membebani diriku,

Nov 1, 2007 at 07:06 o\clock

aku selalu disalahkan

by: bhachit   Category: Strory

hubungan dengan mantan pacarku akhir-akhir ini terbilang lumayan lancar aja, ini di karenakan aku memang dah berkomitmen kalau hubungan ini hanya pertemanan semata, bahwa cinta itu sudah tidak ada lagi padaku, meski demikian di dalam hatiku, aku menyangkal, bahwa aku tetap mencintai anie, sepenuh hati, tidak berubah sedikitpun. hingga suatu saat masalah kepercayaan, dan saling menghargaipun tercabik, anie yang menganggap aku tidak berubah selama dua tahun ini, tidak mempercayainya, menganggap aku sengaja mencari maslah, aku pun demikian halnya, menganggap ani tak mau mengerti dan tertutup