Abdul Basit Entertainment

Sep 30, 2007 at 19:32 o\clock

disini aku sendiri

by: bhachit   Category: Strory

 

Pagi yang cerah, hembusan angina yang dingin, tubuh ringkihku pun menggigil, ketika angina pagi bercampur kabut itu menerpa bagian tubuhku, aku menghela nafas dalam, mencoba menguasai tubuhku yang di balut baju hangat, hingga syal yang ku kalungkan di leher jenjangku ini, namun hawa dingin itu tak kunjung dpat aku singkirkan, ku usap-usap kedua telapak tanganku kencang, sesekali kutiup sehingga tanganku hangat oleh nafasku, menjalar keseluruh tubuhku, ku ulangi lagi hal yang demikian, karena seketika kemudian dingin itu hinggap kembali di tubuhku,

Aku duduk di dipan teras rumah tuaku, memandang alam sekelilingku yang elok, seperti lukisan yang menghampar di mataku, sentuhan yang membuat keindahan ala mini pasti bukan sembarangan, dia senantiasa memperhatikan detai struktur alam di depanku, tak ada yang kurang gumamku, semua pas dengan yang terhampar, gunung, lembah, sungai, pepohonan, burung awan dan hamparan embun yang sesekali menyelimuti gunung, berarak menjauh dan singgah ke gunung yang lain, seolah melambaikan kemalasan yang bergerak lamban,

Sesekali ku tatap ke sudut manapun dengan seksama, beralih ke sudut yang lain, sekedar mencari detai dari ciptaanNYA, aku tentu terpesona dengan yang kulihat.

Serasa enggan aku bangkit beranjak dari dudukku semula, dan ku lihat kesampingku, kopi panas yang menemaniku sudh habis, ah,.. gumamku, serasa hari ni aku enggan untuk beraktifitas,

Aku pun larut dalam lamunanku, pandanganku menembus awan yang bergerak lamban, mengikutinya dan kemudian awan itu lenyap, berganti dengan awan yang lain, dan matakupun masih mengikuti awan itu,

Tentu aku sangat mengerti akan dirimu anie, bahwa kau tidak terlalu mengharapkanku lagi, bahwa cintamu kini telah terkikis, entah karena apa, dan mengapa, aku tak tahu pasti, meski kau mengetahui bahwa cintaku padamu tak luntur dan tak lekang dimakan waktu dan musim, tapi aku bisa apa anie, seakan kau kini telah jauh berubah, entah itu karena orang ketiga, aku tak bisa memastikannya, dan kau pun memutuskan untuk kita saling jalan masing-masing, hingga kita, terutama kamu bisa menerima diriku, dan mengerti akan hubungan jauh kita ini,

Memang aku mengakui anie, betapa kita kurang dalam pertemuan, sehingga komunikasi kitapun semakin kurang saja, aku sangat mengerti akan kebutuhanmu untuk terus di perhatikan oleh ku, aku sangat mengerti kau juga tak mau menerima kesibukanku yang menjadi alasan buat ku untk tak bisa selalu menjadi bagian dirimu disisimu, jika kau memerlukannya.

Itulah mengapa kau tak pernah puas dengan pertemuan-pertemuan kita, seakan masalh akan timbul yang lainnya ketika kita haus berbagi.aku pun tak heran ketika kau ucapkan ingin berpisah denganku,

Tentu aku menginginkan hubungan yang terbaik bagi kita, tak ada sesuatunya yang sempurna memang, namun ketika kita harus berusaha, setidaknya kita dapat mensyukuri apa yang ada pada kita,

Namun dirimu berbeda keinginan denganku, perpisahan bukanlah jalan yang terbaik yang aku inginkan, namun setidaknya kita selalu saling mengerti, mengisi kekosongan dengan hal yang baik pula, aku tak mengerti apapun dengan dirimu yang selalu menyetarakan dirimu dengan mereka yang lengkap akan kasih sayang.

Aku tak ingin berpisah, dan tak ingin jauh darimu, aitulah yang ku tegaskan padamu, bahwa cintaku mampu untuk membuat kau bahagia, kau ragu, dan kau mealah mencemooh diriku, seakan diriku tak pernah singgah di hatimu, dan kau mengatakan aku tak bahagia untuk saat ini,

Kesungguhan diriku padamu dan hubungan kita tak kau terima dengan lapang dada, malah seakan kau menghardik,  perpisahan jalan yang baik bagi kita, aku terpuruk, kembali terpuruk

Anie, setelah sekian lamanya kita berfisah, dan kesekian kalinya mimpi tentang dirimu hadir, aku tak lagi mampu untuk membendung asa untuk segera menggapai dirimu, namun cinta kita tak kuat sehingga tak dapat bersatu.

Aku masih terus memikirkan dirimu, mencoba untu mencari hal yang dapat membuat dirimu datang padaku, menggapai hatiku yang tak lagi memperdulikan diriku, aku bukan lelaki yang hina anie,

Aku sebagai diriku yang sempurna di mataku, namun entah apa yang ada dihatmu, ah, aku tak tahu menahu.

Sep 30, 2007 at 17:48 o\clock

Kutak mampu untuk melupakannya

by: bhachit   Category: Strory

  Sampai kini pun aku tak bisa melupakanmu, meski aku terus mencoba menghapus bayangan dirimu di pelupuk mataku, seakan aku tak kuasa melakukan semua itu, bayanganmu selalu hadir dalam mimpiku, menjelma sebagai sosok yang mencintaiku, mengasihi diriku seutuhnya, aku tak kuasa menolak mimpi itu, karena diriku selalu memikirkan dirimu.

            Lelah aku akan semua keadaan ini, ingin rasanya kuhentikan mimpiku, membuang jauh jauh kenangan indah denganmu, yang membuat mimpi itu hadir, namun lagi-lagi aku tak kuasa, karena kendangan indah itu membuat diriku hidup, meski tak ku pahami apalah artinya hidupku.

            Jangan kau tanyakan diriku mengapa aku terlalu larut dengan keadaan ini, seakan membiarkan ini semua berlaku padaku, atau apalah yang kau anggap diriku hanya orang yang bodoh, karena dirimu telah melupakan semua itu, kenangan manis bersamaku.

            Entahlah, akupun terkadang bingung akan diriku, seperti apa aku dimatamu, dan bagaimana diriku di hadapanmu, aku tak bisa mengerti, barangkali dulu aku kau agunggkan, dan barangkali pula sekarang kau telah jijik dan memandang hina terhapaku, aku tak bisa memastikan itu.

            Terpuruk setelah kau putuskan diriku, pergi meninggalkan diriku seolah membuaat aku tak bisa mengerti lagi apa ini. Kau telahpun ada pengganti diriku, aku bukan yang kau kasihi lagi.

Sep 26, 2007 at 17:49 o\clock

Surat cinta untuk kawanku

by: bhachit   Category: Strory

kehidupan kita merupakan hasil dari apa yang dibuat oleh pikiran kita

seorang kawan kuliahku sedang tergila-gila dengan seorang mahasiswi satu fakultas. lewat pendekatanya selama ini, ia bisa meraba, bahkan meyakini kalau si gadis yang di taksirnya itu juga menaruh perasaan yang sama dengan dirinya. tapi susahnya, kawanku ini tak punya keberanian untuk menyatakan cintanya secara langsung. Maka dia pun kemudian menulis sepucuk surat sebagai cara lama dalam mengungkapkan cintanya. Satu minggu ditunggu, gadis pujaannya belum membalas juga dan kawanku mulai jengkel. Sampai kemudian datanglah surat balasan untuknya.

tetapi isinya kosong. tak ada tulisan apa-apa di dalamnya. kawanku tambah jengkel dan merasa dipermainkan. Ia pun nyaris membuang surat itu ke tempat sampah. Besoknya, saat bertemu di kampus, kawanku menemui gadis itu dan menanyakan " kok suratnya kosong"?

si gadis menjawab. "kosong gimana, ? aku telah memberikan ciumanku berkali-kali di kertas surat itu."

maka surat yang kosong itu pun kemudian menjadi begitu berharaga bagi kawanku, dan dia menyimpannya dengan hati-hati di tempat yang paling aman.

kehidupan kita juga tak jauh beda dengan itu. ia bisa dianggap kosong dan diabaikan, tapi juga bisa dianggap bermakna untuk di jalani, dan di hormati....

Sep 23, 2007 at 18:20 o\clock

aku batal tunangan

by: bhachit   Category: Strory

boleh di bilang ini adalah kebahagiaan yang sangat tersa, aku merasa inilah dimana aku bisa mengenali diriku, karena apa, karena aku batal tunangan,

ceritanya si cewek yang menjadi tunanganku itu batal, dan memutuskan untuk menunda tunangan denganku, alasannya seh, karena aku mengatakan sesuatu yang tak pantas, dan membuat, aku menjadi orang yang tersudutkan, yah apa lagi kalau bukan karena dia menjadikan alasan untuk menunda aku tunangan, dengan perkataan dan ucapanku yang menurut dia tidak antas 

Sep 21, 2007 at 19:38 o\clock

tak ada yang bisa aku lakukan

by: bhachit   Category: Strory

aku hanya diam, tak bisa aku melakukan apapun, aku hanya bisa diam, tak mungkin melakukan apapun, karena aku memang menunggu seseorang yang menyuruhku untuk melakukan apapun, aku hanya bisa menunggu

bukannya aku lemah tak mampu melakukan apapun karena ini memang sesuatu yang teramat riskan,

aku menunggu selama tiga hari akan keputusan, gadis yang menjadi tunangan yang di jodohkan terhadapku, yah aku hanya menunggu apapun keputusannya itu 

Sep 19, 2007 at 17:34 o\clock

aku lelaki yang di jodohkan 2

by: bhachit   Category: Strory

semakin hari semakin pusing saja aku memikirkan hal yang tak masuk akal ini, menjadi agak emosional, cenderung berontak dan sensitif, melanda diriku, aku sadar memang aku lelaki yang di jodohkan, aku juga memiliki hal yang tak bisa aku anggap sepele dalam hal ini

ah, seandainya saja masalahku ini bisa aku ecahkan sendiri aku pasti dapat dengan leluasa menilai diriku ini, namun aku tak bisa melakukannya, otak ku yang bodoh ini, menolak untuk berfikir kersa, dan tak bisa di ajak kompromi untuk memecahkan masalah perjodohan ini

berkutat pada pertimbangan apakah aku menerima perjodohan ini atau aku menolak saja, ah, semuanya memang telah telanjur berjalan, aku masih dalam keadaaan bingung, apa yang bisa aku lakukan untuk ini 

Sep 17, 2007 at 20:34 o\clock

aku lelaki yang di jodohkan

by: bhachit   Category: Strory

aneh terdengar di jaman sekarang ada orang yang masih di jodohkan, barangkalai itu hanyalah bagi mereka yang tidak mengalaminya, namun halnya denganku, aku merasa aku adalah lelaki yang ku maksud tersebut.

aku lelaki 27 tahun yang di jodohkan oleh orang tuaku, dengan wanita yang sebaya denganku juga, dan telah memiliki kemapanan dalam hidup,

sebenarnya akupun memiliki pemikiran yang sama dengan yang lain, aku tidak mengenali orang yang bakal menjadi calon istriku, kelak, perkenalan pertama kami memang agak canggung dan membingungkan, penuh dengan tanda tanya besar di kepala kami, menilik maksud dari semuanya, dan ah entah apa lagi perasaan yang berkecamuk di dalam dadaku, barangkali demikian pula dengannya,

sebenarnya aku memang orang yang menganut menikah hendaknya mengenal calon istri dahulu, mengetahui siapa sebenarnya dia, dan apakah cocok atau tidak, bukan hanya menilik pada status ataupun penampilan yang dari luar semata,

ah, besok adalah hari tunanganku dengan wanita pilihan orang tuaku, apakah aku bisa menjalani ini semua, dan mungkinkah dapat menjadi sesautu yang bisa aku pegang di kemudian hari, bukankah menikah itu hendaknya hanya sekali saja, dan pasangan kita hendaknya adlaah pasangan yang sehidup semati,..

aku tidak mengenal dirinya

Sep 15, 2007 at 18:31 o\clock

caricature

by: bhachit   Category: wallpaper

Sep 14, 2007 at 18:12 o\clock

Future Indonesia 2010

by: bhachit   Category: indonesia

What will Indonesia look like in 2010?

 

Dedy A Prasetyo


Four scenarios for Indonesia in 2010 were launched on 1 August 2000 at the Proclamation Statue in Jakarta. A quarter of a million copies were slipped into newspapers around the country. They contained four pictures of what Indonesia might look like, in the form of stories entitled 'On the edge', 'Into the crocodile pit', 'Paddling a leaky boat', and 'Slow but steady'.

 

These were not predictions of the future, nor were they strategic plans. They did not describe some utopian future or even one we would quite like, but simply possibilities that might occur because of what we do today.

 

One of several approaches to picturing the future is known as scenario planning. Scenarios are a tool to help us perceive different futures, each of which is influenced by decisions we make today. Put simply, they are a combination of stories - written or oral - that make up a bigger plot. A scenario gives a multi-perspectival picture of a complex future. Precisely because the future is unpredictable, scenarios are good planning tools.

 

Creating a scenario is a dialogical process that brings together different visions and interests. The aim is to bridge the gap between key analyses of present day problems and various possibilities in the future.

 

Our view of 'the future' usually contains three elements: what is likely to happen, what I would like to see happen, and what might happen. The first leads to prediction, the second to subjectivity (wishful thinking). But scenario planning emphasises the third - what might happen.

 

Scenario building has been much used in international business, but it has also been used at the national level. Perhaps the most famous example of the latter is the South African Mont Fleur process. In 1991/92 South Africans came up with four scenarios of what might happen there in ten years time (2002). In 1997/98 Columbians produced Destino Columbia, with four possible futures for the year 2013. Most recently, Guatemalans built three scenarios that they named Vision Guatemala. The small island state of Singapore has been using scenario planning since 1993. Japan has three scenarios for the year 2020.

 

The steering committee for Future Indonesia 2010 consisted of about thirty individuals - academics, human rights workers, politicians, economists, businesspersons, religious figures, military, and others. They were supported by the Future Indonesia Working Group, including Asmara Nababan, Marzuki Darusman, Binny Buchori, Emil Salim, HS Dillon, Felia Salim, Emmy Hafild, as well as some facilitators - Daniel Sparringa, MM Billah, Edy Suhardono, and Rudolf Budi Matindas. These groups wrote the preparatory studies and then spread the word to many different groups all over Indonesia.

 

It all began with a meeting in Bogor early in 1999, where activities were set in train to eventually come up with the Future Indonesia scenarios (Indonesia Masa Depan). The idea was to stimulate discussion, fresh thinking, and debate among Indonesians about the future of their country. We hoped that some collective consciousness would be born within society that tomorrow is the result of our actions and decisions today. We also hoped people would not stay trapped in mutual recriminations over the problems of today or yesterday, but would set out on a constructive journey in search of the alternatives stretched out before us in the future. This way, we hoped, the Indonesian public would take part in thinking about Indonesia's tomorrow, and become involved in creating that future.

 

Various groups within society, each as varied as the other, then began taking initiatives. They engaged in dialogue, while avoiding dogmatism. It began in East Java in July 1999, where about thirty quite different individuals from all over the province came together. For three days, they tried to build future scenarios for Indonesia in 2010, from an East Java social perspective.

 

Similar dialogues followed in other cities and regions, among them Medan, Mataram, Riau, Makasar, Samarinda, Pontianak, Palangkaraya, Bali, Yogyakarta, West Java, Kupang, Jayapura, Central Java, and Jakarta. Fourteen dialogues were held in all.

 

The results of all of these dialogues were then compiled and synthesised in a national dialogue meeting attended by representatives from each region.

 

A great number of fresh ideas came out of this dialogical process, as did much anxiety and sharp criticism about what kind of future Indonesia was heading for. Among the matters most often raised in the discussions were these: centralisation and decentralisation, injustice, religious conflict, the growth of democracy after Suharto (including cynicism about it), law enforcement, gender issues, constitutional amendments, national leadership, environmental and cultural exploitation, state involvement in the economy, relations between Javanese and non-Javanese, and the role of the police and military.

 

All these issues could be divided into two groups - those that mainly concerned people in Java and outside Java. Participants within Java focused more often on the rule of law, whereas those outside Java focused on (de)centralisation. However, civil society issues concerned everyone, whether within or outside Java.

 

New ideas are not always readily accepted, and so it was with this dialogical project. Depending on their region of origin or their personality, people responded in many and varied ways. People outside Java often felt suspicious there was some hidden agenda at work in the project. Inside Java, on the contrary, suspicion was far less. It generally revolved around the question of who would benefit from this dialogue, where the money came from, and whether there was a 'conspiracy' behind it. It was an exhausting process that now and then broke out into frustration when confronted by these various 'bad' thoughts.

 

Very clear explanation was especially required when speaking about the concept of the scenario. Unless misconceptions were cleared up here at the very beginning, they were likely to reinforce already existing prejudices. However, as the dialogue proceeded, suspicion, pessimism and cynicism tended to recede. Sometimes the dialogue closed in quite a touching atmosphere, as people said with tears in their eyes that their suspicions had been unfounded. Whichever wise person said that democracy is expensive and exhausting, said a true thing.

 

Scenario planning is a clever instrument to explore the views that live within society. Straight from the heart, these views can then become the basic capital for a strong civil society in Indonesia. Ironically, the Future Indonesia dialogues often threw up some strange contradictions. At a moment when so many participants had the opportunity to represent the strength of civil society, they often spoke like government spokespersons. As a result, it was hardly surprising if at times the vision put forward was no real alternative to the dominant vision produced and reproduced by the state. Even more saddening was the discovery that many participants seemed to retain the New Order perspective that there is only one truth. This made it very difficult to make the necessary linkages leading to a new future.

 

However, scenario planning is a vital tool in learning democracy. In several regions, the dialogue forum became a medium for reconciliation between various elements of society that had hitherto been at odds with one another over the spoils of office. Even if they did not become a collective movement, the forums bore witness to a new possibility and created a space that brought people together without regard for the attributes of power, politics, ethnicity, religion or social standing. Let us hope that this kind of dialogical process can continue, drawing on the lessons that have already been learned. The choice is ours - we, the people of Indonesia. And Indonesia's future is made today.

 

Dedy A Prasetyo (deape@hotmail.com) was a program officer with the Working Group for Indonesia Masa Depan. He is a law student at the University of Indonesia in Jakarta.

Sep 14, 2007 at 06:42 o\clock

CARA MEMBACA YANG MENYENANGKAN

by: bhachit   Category: Tips And Trick

Cara Membaca yang Menyenangkan

Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu, salah satunya dengan cara membaca.

Di zaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutama membaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dalam membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengatuk. Simak deh tip-tip di bawah ini supaya tercipta suasana membaca yang menyenangkan.

Persiapan Sebelum Membaca

  1. Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca. Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari dalam diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagain besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah di pagi hari.
  2. Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.
  3. Pastikan posisi membaca kita adalah posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30cm.
  4. Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca, seperti pensil atau spidol.
  5. Ada baiknya sebelum belajar kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.

Berbagai Jenis Membaca

Terdapat 3 cara umum membaca di dalam kehidupan sehari-hari dilihat dari apa tujuan proses membaca tersebut.

  1. Membaca sebagai hiburan tanpa perlu memeras otak terlalu keras. Bacaan yang mengandung unsur hiburan disini contohnya novel, cerpen, komik, majalah ringan dll.
  2. Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang tujuannya adalah mencari dan memahami ilmu yang terkandung dalam bacaan tersebut.
  3. Membaca kritis. Membaca disini sama dengan membaca untuk mencari ilmu. Namun membaca disini diikuti oleh proses menelaah isi bacaan tersebut, misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan apa itu?, mengapa bisa terjadi?, oleh siapa?, kapan?, dimana? dan bagaimana itu bisa terjadi? Dalam membaca kritis, kita membuat bacaan sebagai lawan yang harus dikalahkan dengan cara mengetahui dan memahami seluruh isinya.

Belajar dengan menggunakan metode membaca kritis akan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Kita tidak hanya diminta untuk memahami isi bacaan tapi juga diajak berpikir kreatif mengenai isi tersebut. Tertarik dengan membaca kritis? Simak deh aturan main dalam membaca kritis di bawah ini :

  1. Melakukan survei isi buku. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah membaca terlebih dahulu bahan bacaan secara sepintas pada bagian-bagian tertentu saja. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran umum mengenai bacaan tersebut.
    Bagian-bagian yang perlu diperhatikan adalah :
    · Paragraf awal, paragaraf akhir dan juga beberapa paragraph di tengah.
    · Bagian daftar isi, gambar-gambar, tabel dan grafik yang memiliki gambaran umum mengenai bacaan tersebut.
    · Soal-soal yang mungkin terdapat dalam bacaan tersebut.
  2. Membuat pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya akan timbul pada saat kita melakukan survei. Jika tidak terdapat pertanyaan, usahakan cari apa yang kita tidak mengerti, minimal ada sebuah kata yang kita tidak tahu artinya dan beri tanda pada bagian-bagian yang tidak dimengerti tersebut.
  3. Membaca. Merupakan langkah dominan dalam metode ini. Membaca disini sebagai langkah untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam proses survei. Baca dengan teliti dan seksama paragraf demi paragraf, bagian demi bagian untuk menangkap pokok-pokok pikiran dari tiap bagian. Usahakan jangan pindah bagian jika kita belum mengerti dan memahami bagian tersebut.
  4. Evaluasi. Merupakan langkah dimana terdapat pertanyaan apakah kita sudah menguasai bahan? Yakinkan bahwa kita sudah memahami bahan bacaan tersebut. Jika belum, coba cari apa yang anda tidak mengerti dan temukan jawabannya.
  5. Meninjau ulang. Merupakan langkah terakhir kita dalam membaca kritis. Cobalah kita tutup dulu bukunya, kemudian pikirkan apa yang sudah didapat dari bacaan tersebut. Tuliskan hasil pikiran tersebut dalam secarik kertas, dan bandingkan dengan apa yang terdapat pada buku bacaan.
Selamat membaca! (Elva Satya Nugraha)
sumber : http://www.sekolahindonesia.com

Sep 14, 2007 at 06:04 o\clock

10 tips pintar

by: bhachit   Category: Tips And Trick

Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.

1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal

Yap, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. Membaca adalah kunci belajar

Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. Mencatat pokok-pokok pelajaran

Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. Hapalkan kata-kata kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

5. Pilih waktu belajar yang tepat

Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. Bangun suasana belajar yang nyaman

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. Bentuk Kelompok Belajar

Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. Latih sendiri kemampuan kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan waktu untuk istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur - tak perlu detail - berarti kita sudah paham.

Sep 13, 2007 at 21:33 o\clock

The Dramatic of Kecak Dance in Bali

by: bhachit   Category: turism

The Kecak dance is one of the most famous of Balinese dances. It is unusual because it has no musical accompaniment like many other Indonesian dances do, the rhythm of the dance is produced by the chanting 'monkey' chorus. Instead, a troupe of over 150 bare-chested men serve as the chorus, making a wondrous cacophony of synchronized "chak-achak-achak" clicking sounds while swaying their bodies and waving their hands .From that chanting noise of "Cak-cak-cak", then it gave the dance its name Kecak.

What makes the Kecak such a fascinating dance to watch are the fifty or so men in the checkered pants. They are both the choir and the props, providing the music for the story in a series of constant vocal chants that change with the mood of the actors. They don't sit still, either, they wave their arms to simulate fire, and reposition themselves around the stage to represent wind and fire, prison cells, and unseen hand of protection from the gods.

The dance is played in five acts and lasts roughly 45 minutes. It taken from the Hindu epic Ramayana, which tells the story of Prince Rama and his rescue of Princess Sita, who has been kidnapped by the evil King of Lanka, Rahwana and somehow with the help of the white monkey army, Rama rescues his wife and defeats the evil Rahwana.

Attending a Kecak recital is a must for any visitor to Bali. It is a wondrous experience, and a window into the musical and artistic culture that make the Balinese a special people.

Getting There

  • By Air:
    Numerous international carriers service Bali's Ngurah Rai International Airport either directly or via Jakarta. Domestic airlines operate schedule flights from various cities within Indonesia.
  • By Land:
    Bali is connected to Java by a regular ferry service running between Gilimanuk and Banyuwangi. If you are taking the train or a night bus from Jakarta, Bandung or Yogyakarta, travels first to Surabaya for the connection to Banyuwangi. Buses can be boarded at Banyuwangi or Gilimanuk for the final leg to Denpasar.
  • By Sea:
    The state-run passengers line PELNI operates weekly sailing's between Bali and Jakarta, Ujung Pandang and Balikpapan. Regular ferries sail between Lombok and Bali.

Where To Stay

No need to worry where youll stay in Bali. There are many hotels range provided here, from the luxurious, middle range and budget hotels are spread around the island.

Dining Guide

There are a variety of restaurants in Bali offering a good choice of food to suit a variety of tastes at reasonable prices. Kuta and Jimbaran is a great place to eat especially Seafood and Western dishes are your best bets while in Ubud lots of sophisticated restaurants and many of the shopping centers in the area have places to eat and there are several fast food places for those fast food addicts.

Moving Around

Its so easy to move around in Bali, especially in the tourist area. You can rent a bike or motorcycle to move around the city. Theres also car rental. Public buses ply routes throughout Bali from Denpasar's Ubung Terminal.

Other Things To Do or See

There are a lot of things to do or see while youre in Bali. Beside its cultural and art, there are also numerous temples, ancient sites and of course, great restaurants around Ubud while in the roads around Kuta, Legian and Sanur are lined with shops and hawkers that sell about everything, offering a huge choice of places to eat and a lively nightlife.

Souvenir Tips

Handwoven fabrics are a great buy; a simple sarong is an inexpensive, portable and practical travel accessory,
Ubud is the best place for you to buy paintings and other artworks,
Browsing at the Sukawati Art Market and Galeria Nusa Dua offers a tempting range of Balinese goods in one place.

Travel Tips

  • Various hotels in Bali hold Kecak Dance performances and often deal providing dinner and tickets to the performance are offered at the main hotels in Bali. Ask your hotel for further information.
  • Weekly (in some places daily) performances of the Kecak abound around the island, but the most well-known Kecak Theater is in the town of Batubulan just north of the Balinese capital of Denpasar. The dance company provides transportation for a nominal fee to and from the resort.
  • Upon arrival, if your hotel has not arranged transportation from the airport, hire a taxi from the transport counter outside the arrival gate. Fares are listed by destination and must be paid in advance. Metered taxis are also available in Kuta, Sanur, Nusa Dua and Denpasar.

 

Sep 13, 2007 at 21:05 o\clock

Tana Toraja, South Sulawesi-Land of The Heavenly Kings

by: bhachit   Category: Hobby

The road from Makassar or Ujung Pandand to Toraja runs along the coast for about 130 km's and then hits the mountains. After the entrance to Tana Toraja you enter a majestic landscape with giant gray, granites and stones and blue mountains at a distance after passing the market village of Mebali. They form a sharp contrast with the lively green of the fertile, rain-fed terraces and the rusty read of the tropical laterite soil. This is Tana Toraja, one of the most splendid areas in Indonesia.

Tana Toraja has a specific and unique funeral ceremony which is called Rambu Solo. In Tana Toraja, dead body is not buried, but it is put in Tongkonan for several times, even can be more than ten years until the family have enough money to held the ceremony. After ceremony, the dead body is brought to the cave or to the wall of the mountain. The skulls show us that the dead body is not buried but just put on stone or ground, or put in the hole.The funeral festival season begins when the last rice has been harvested, usually in late June or July, and lasts through to September.

GettingThere

  • By Air
    Directly from Hasanuddin airport, Makassar or Ujung Pandang, proceed to TANA TORAJA through the airport of Rantetayo, near Makle, 24 km south of Rantepao and there is a bus service to town.
  • By Land
     

    Buses to Rantepao from Ujung Pandang leave daily from Ujung Pandang. The journey takes 8 hours and includes a meal stop. Tickets should be bought in town but coaches actually leave from Panaikan bus terminal, 20 minutes out of town by bemo. Coaches typically leave in the morning ( 7 am ), noon ( 1 pm ) and at night ( 7 pm).
    Several companies in Rantepao run buses back to Ujung Pandang with the departure time and prices. The number of buses each day depends on the number of passengers.

Where to Stay

Tourist who wants to stay in the heart of the city has many choices since there is lot of hotels available. Or if you had an adventurous soul, you can sleep in villages on the way.

Moving Around

Bemo is the best way to get to know the locals, besides chartered vehicles (minibuses and Jeeps) with or without driver. While you are in the village you can take a walk to move around.

Other Things to See or Do

  • Exploring the market; You should not to be missed going to the traditional market. Here you can get the top end of Torajan coffee beans [like Robusta and Arabica]. And several local veggies, fruits [Tamarella or Terong Belanda and gold fish [ikan mas].
  • Visit Batu Tumonga Plateu; It means stone that facing to the sky. From here can be seen many volcanic stones comes up in between padi fields. And, several giant stones became cave graveyard. The views is pretty awesome. The huge of Tana Toraja [Toraja land] looks so lush and greenery. Like a patchwork in gradation hue of green color
  • Palawa is an excellent village to visit a Tongkonan, or a burial place still swarming with celebrations and festivals.
  • Take a side trip from Rantepao to Kete, a traditional village with excellent handicraft shops. Behind the village on a hillside is a grave site with lifesize statues guarding over old coffins

Dining Guide

Most of the times, you can't eat at these locations; however more warung and restaurants appear along the road. You can also bring your own foods and drinks.

Souvenir Tips

 

There is a souvenirs shop where you can buy everything specific from Tana Toraja. There are clothes, bags, wallets and other handicrafts.

Travel Tips

  • Visitor are expected to adhere to local dress customs and to bring a token present, such as cigarettes or coffee whenever entered Tongkonan.
  • As roads are not always paved, it is necessary to use a jeep or walk, even when the weather is good (between May and October).
  • Beware with your head whenever going inside to Tongkonan, The Torajan traditional house.
  • Enrekang, Makale and Toraja Higland are surrounded by astonishing volcanic rocky cliffs. Do not miss it , just stop and take picture for awhile and you will not regret.

Sep 11, 2007 at 21:52 o\clock

cintaku hanya untukmu ani, (my love is only for you)

by: bhachit   Category: Strory

aku tak meragukan lagi, betapa aku begitu mencintaimu, menyayangimu, sampai detik inipun aku masih terus memupuk cintaku padamu,

aku masih saja berusaha menganggap dirimu ada di sampingku,aku masih berhayal, apa yang kita alami tak kan pernah lekang dimakan waktu, dan tak kan pernah lapuk oleh badai kemelut yang melanda, membayangkan wajahmu, senyummu dan tawamu adalah hal yang paling aku suka, hingga kini, kau tak pernah aku lupakan

namun aku harus sadar, tak selamanya aku harus begini, menunggumu untuk kembali padaku, sampai kapan ani, aku harus menahan derita ini, betapa aku merindukanmu,

yah, berilah aku sekali lagi jawaban cintamu, dan alasan tak bisa bersama denganku 

Sep 1, 2007 at 19:44 o\clock

aku bukan orang lain

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: sad

Mood: sad
Listening to: heart

sudahlah, aku tahu dia bukan milikku, dia juga bakal ngerti ko kalau semua ini hanya permainan, aku bukanlah pria yang tepat untuknya, itulah artinya diriku baginya.

meski aku berjuang keras untuk menjadikan diriku spesial dimatanya, toh itu juga tak cukup, meski aku juga merubah diriku seperti yang dia mau, itu  juga belum pas menurut dia, lalu aku mau menjadi manusia bodoh apa lagi, cukup sudah yang ku lakukan untuk mendapatkan hatinya, aku masih tak spesial di hatinya, yang dipandang sebelah mata karena memang semuanya menurutnya aku tak pantas.

habis sudah ke sabaranku untuk diriku yang bodoh ini, terlalu aku memikirkan hal yang tak kumengerti mengapa aku mau begini, apakah aku sudah di butakan oleh cintaku padamu,

dan kuputuskan aku menyerah untuk diriku, yang lelah pada hal yang tak pasti, samar aku pun mengucap maaf, aku tak mampu menjadi hal yang kau inginkan dan ku ucapkan selamat tinggal

Sep 1, 2007 at 19:41 o\clock

aku bukan orang lain

by: bhachit   Category: Strory   Keywords: sad

Mood: sad
Listening to: heart

sudahlah, aku tahu dia bukan milikku, dia juga bakal ngerti ko kalau semua ini hanya permainan, aku bukanlah pria yang tepat untuknya, itulah artinya diriku baginya.

meski aku berjuang keras untuk menjadikan diriku spesial dimatanya, toh itu juga tak cukup, meski aku juga merubah diriku seperti yang dia mau, itu  juga belum pas menurut dia, lalu aku mau menjadi manusia bodoh apa lagi, cukup sudah yang ku lakukan untuk mendapatkan hatinya, aku masih tak spesial di hatinya, yang dipandang sebelah mata karena memang semuanya menurutnya aku tak pantas.

habis sudah ke sabaranku untuk diriku yang bodoh ini, terlalu aku memikirkan hal yang tak kumengerti mengapa aku mau begini, apakah aku sudah di butakan oleh cintaku padamu,

dan kuputuskan aku menyerah untuk diriku, yang lelah pada hal yang tak pasti, samar aku pun mengucap maaf, aku tak mampu menjadi hal yang kau inginkan