Cinta Yang Tersembunyi
Yadi hanya lelaki biasa, lelaki yang tak memiliki kelebihan, meski yani menyadari lelaki di hadapanya mempunyai tubuh yang atletis, rahang yang kokoh, wajah yang lumayan ganteng, namun hati yani tak sedikitpub tergetar, dan meski yani sadar akan kesigapan dan kelincahan yadi, biarlah yadi menjadi idola teman sekampusnya namun ia tidak, karena bagi yani, yadi lelaki yang sombong, menjengkelkan, sekaligus membuat yani tak bisa diam dengan wajah yadi yang tak pernah tersenyum,
yani tak mengerti, kenapa harus yadi yang berdiri didepannya, bukan bambang atau ikhsan yang terkesan ramah dan murah senyum itu, yadi yang memang sering kali membuat hati yani dongkol, kini telah mematung didepannya, melihat dirinya dengan pandangan sinis, dan sedikitpun kesombongan itu tak pudar sejak setahun yang lalu mereka bertemu,.... yadi masih manusia sombong dan angkuh,..
"apa yang kau pandangi dariku, dik yani", sela yadi yang sedari tadi sadar akan pandangan yani penuh amarah
"tak ada" jawab yani ketus, "memang aku harus memandang mas seperti apa"
"masih mengelak dari kejujuran ya dik yani" pandanganmu itu penuh selidik dan heran, apapun fikiranmu tentang itu, tampak jelas dari sorot matamu yang penuh amarah itu, dik yani, "buru yadi,
"yani yang tak menyangka akan kebenaran ucapan yadi, tampak tersipu malu, sekilas pipi putih yani kemerahan, menahan malu,
"itukan fikiran mas yadi saja, toh aku tak memikirkan hal yang buka urusanku, mas harus tahu itu, setiap kali kita bertemu mas selalu memojokkan aku, seolah tak ada lagi yang enak di dengar, selain ucapan ketus mas,"
"yadi yang sedariawal sudah mulai jengkel dengan ulah yani yang tak pernah menunjukan muka manisnya kepada yadi, sedikit geram,
"ya, aku memang sadar dik yani, memang mengerti akan kemarahan dik yani, tapi aku tak mengerti kenapa dik yani menumpahkan kekesalan itu padaku, "
di ingatkan pada peristiwa sethaun silam, yani semakin tersipu malu, wajahnya yang mulai mereda akan merah meronanya, kembali berangsur menjalar panas, sebelum yadi menyadari akan hal itu, buru-buru yani memalingkan muka, masih jelas ingatan yani pada peristiwa setahun lalu betapa yadi telah berhasil memeluk tubuh indahnya, menarik dalam dekapan erat sang arjuna yang dengan sesuah payah di hindarinya, karena pesonanya banyak menyesatkan gadis, namun karena dengan berhasil yadi menciumnya dengan panas dan brutal, tak hanya itu, yani yang tak menduga akan kenekatan yadi, mengimbangi ciuman itu dengan tak kalah panasnya,
ehem,.. deham yadi, seketika menyadarkan lamunan yani, sadar kan keberadaan yadi yang masih berdiri tegap mematung di hadapannya yani semakin merona merah,
"apa kau masih mengingat peristiwa setahun silam dik yani,"yadi menghardik,
"hah, apa tidak salah dengan pendengaranku mas, jangan kau menganggap lamunanku hanya memikirkan peristiwa itu, tentu banyak hal hal masih penting yang harus aku fikirkan, memangnya siapa mas, yang harus ku fikirkan, dan......
sebelum yani menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja yadi menghentak tangan yani agak kers, akibat sentakan itu, tubuh yani oleng ke depan, dan di sambut dengan pelukan yadi, belum sempat sadar akan perlakuan yadi terhadapnya, mulut mungil yani telah di cium dan di cumbu yadi dengan panasnya,
tanpa ada kesadaran akan menolak cumbuan yadi yang semakin panas dan brutal, yani tak dapat mengendalikan rasionya, di penuhi hasrat akan degupan asmara di dalam dirinya, perlahan tangan yani yang mendekap dadanya terulur keluar, sebagai gantinya, yani melingkarkan kedua tangannya di leher yadi, seketika itu pula yani membalas ciuman yadi penuh panas.
"aku mencintaimu di yani,... dan tak ingin melepaskanmu, saat ini,..
yani yang mendengar ucapan manis yang keluar dari lelaki yang di bencinya itu, membalas ucapannya itu dengan kata, iya mas, aku juga mencintaimu, jagn kau lepaskan aku mas,... dan merekapun larut dalam dekapan dinginnya malam, membicarakan hati mereka yang kalut,.. namun mereka sadar, tak semestinya mereka melampiaskan cinta dengan nafsu birahi nereka,..
merekapun kembali pada rencana, besok yang lebih hebat dengan pernikahan...

