sejak dua bulan terakhir, kebersamaanku dengan naina, seakan membuat hati kami menjadi sangat dekat, berbunga, kegembiraanpun tak ku pungkiri selalu hadir di setiap detik kebersamaan itu, serasa aku berada pada bunga-bunga cinta yang selalu mekar di sepanjang jalan menuju rindu,
tidak siang, tidak malam, selalu hadir wajah dan dirinya, menjelma dalam setiap sendi dan aliran darah, terbawa mimpi indah bahwa aku mencintai naina, dan naina mencintaiku.
kami tak hanya menjadi teman akrab yang pas, namun setiap apapun yang kami lakukan selalu menjadi perhatian banyak orang, naina yang cantik dan sexy, akupun tak memungkiri bahwa aku lelaki ganteng, seakan kami pasangan serai, itulah kenapa banyak orng mengatakan kami memang berjodoh..
aku memang tak mengatakan cinta, segera saat ini, karena aku menginginkan waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan hatiku yang berbunga saat ini. nanti akan tiba juga waktunya, fikirku...
minggu pagi, setelah janji yang di penuhi naina untuk bertemu di tempat biasa, dan memang ada hal yang penting ingin ku sampaikan,
tanpa curiga sedikitpun atas perubahan naina, yang selama beberapa hari ini menghindariku, karena aku berfikir, naina menunggu diriku, menunggu kata cinta yang kulontarkan dari mulut tebalku, aku akan mengucapkan cintaa naina,.. semangatku
naina,.. selama kebersamaan kita, aku begitu bahagia, dan aku lihat kamu juga senang,.. namun kini seakan hilang karena kebersamaan kita, terusik dengan kesibukan yang ada diluar kehendak kita,.. meski kita tahu kita saling membutuhkan, ucapku dengan mantap...
iya wan, aku juga demikian, jawab naina,
naina, kini aku sangat yakin aku membutuhkan dirimu lebih dari yang ada sekarang, dan aku ingin kamu menjadi pacarku,.. tembaku
ah wan, apa yang kamu maksud,aku tak seperti itu wan, sama sekali aku tak menginginkan kamu jadi pacarku,.. aku tak bisa,..karena perasaan cinta itu tak hadir dalam hatiku,..
aku hanya terkejut, dan terbengong, tak mampu berbuat apapun, dan tak bisa berkata sepatahkatapun, yang ada hanya, tak ada cinta dalam hatiku, kembali ngiang ucapan naina,..
tentu aku tak bisa berbuat banyak untuk ke esokan harinya, hingga hari ini pun ngiangan ucapan naina membuat aku semakin tak mengerti, semakin penasaran, ah naina, apa maksud ucapanmu, bukankah kau merasa bahagia selama ini, berada disampingku...
dengan segenap hati yang di balut rasa penasaran, toh aku menemukan jawaban yang membuat aku terhenyak,
wan, bukan aku menolak cintamu, lantarn kamu tak seperti pria idaman, kamu sungguh memiliki hal yang demikian hanya saja, aku tak bisa mencintaimu, karena aku spesial wan,
spesial, ucapku lirih
ya, wan aku mencintai nina, adikmu, ....