Terkadang kehadiran sahabat membuat kita menjadi bearti, namun ketika semua sirna karena perbedaan komitmen sahabat... akankah masih sangat berarti kehadiranya...
reyna masih asik dengan kesibukannya, tugas kuliah yang di berikan dosen matematika, membuat reyna menjadi super extra memeras otak, untuk dapat mengerjakan semua soal yang bagi rena merupakan cara bunuh diri, tapi jikapun reyna tidak mengerjakan, sama saja reyna mengantarkan nyawanya sendiri, pasrah dirinya akan perlakuan pak aldian,
pak aldian memang dosen yang teramat kiler, tidak ada kata ampun bagi mahasiswanya yang tidak mengerjakan tugas yang di berikannya, selain kiler pak ardian juga teramat tanmapn, bak pangeran dari negeri kayangan, ketampanan pak aldian membuat mahasiswi-mahasisiwinya menjadi panas dingin.
tak terkecuali reyna, gadis ini teramat membenci pak aldian, dimata reyna tidak ada yang spesial di wajah pak aldian, bahkan reyna teramat membencinya, jika saja pak aldian bukan dosen mata kuliah yang diambil reyna, reyna pasti sudah muntah bila berhadapan dengan sosok pak aldian,
BUKAN KARENA PAK ALDIAN DOSEN YANG KILER, ATAU BUKAN KARENA PAK ALDIAN SOSOK YANG BEGITU TAMPAN, MELAINKAN KARENA REYNA TAK INGIN DIRINYA MENYUKAI PAK ALDIAN, SAMA SEPERTI TEMAN MAHASISIWI REYNA.
==========================================================================
hari ini matakuliah pak aldian, dan reyna sudah gelisah bukan kepalang, dalam benak reyna, dia tidak mau berjumpa dengan dosen sok dan ke gr an yang bernama pak aldian itu, maka dengan terpaksa reyna sengaja meninggalkan mata kuliah matematikanya, meski matakuliah itu sangat disenanginya.
"bukanya masuk kelas, malah nongkrong di kantin",
reyna terenyak, terkejut dengan suara yang datang dari arah punggungnya, dan suara itu sangat dia kenali, ya suara itu sangat sering didengarnya, dan reyna semakin terkejut ketika tubuh reyna sudah menghadap kepada suara yang datang itu, namun lusi tak sendiri,
bingung dengan keadaan ini, reyna berusaha untuk menguasainya, dan reyna mampu.
"hai lusi, apa khabarnya nih, sudah lama kita tak berjumpa". sapa reyna ramah.
"oh baik saja rey, kamu sendiri gimana, baik juga kan,
"oh ya, aku baik saja,..
oh iya rey, kenalkan , ini tunanganku"' namanya aldian pramono" dia dosen matmatika di kampusmu rey",
"iya, dan reyna adalah mahasiswiku lusi, apa khabar rey, sela pak aldian,
a, a a " mm, aku baik saja pak, ..jawab reyna gugup,
hmmm, bapak tidak mengajar pak, tanya reyna, di sela kegundahan hati reyna,
ohh, reyna tidak tahu ya, kalau kelas bapak, di ganti hari rabu,
ohh, reyna semakin bingung dan sangat malu, karena merasa dirinya tidak memperhatikan matakuliah pak aldian,
"iya, dan reyna ini lusi, hampir tidak pernah masuk kelas ku," sela pak aldian, yang semakin membuat pipi reyna merah menahan malu,
tidak ingin suasana yang membuat reyna bingung dan malu semakin menjadi, reyna buru-buru bangkit dari duduknya, dan meninggalkan kedua orang yang sangat dikenalnya, dengan hati gundah gulana bercampur bingung,
========================================================================
peristiwa dikantin, yang terjadi minggu lalu, membuat reyna semakin tak karuan, perasaannya berkecamuk, haru biru dengan rasa penasaran yang memuncak, penasaran akan hubungan lusi dengan pak aldian, dan juga rasa ingin tahunya tentang kedua sosok yang sangat dikenalnya itu.
========================================================================
reyna memutuskan untuk hadir pada mata kuliah matematika,berusaha menjadi mahasiswi yang perhatian pada pelajaran pak aldian, meski reyna tak pernah memandang wajah pak aldian, reyna hanya tertunduk, berpura-pura mencatat,
padahal dalam hati reyna, reyna sudah muak mendengar suara pak aldian, rasanya jam begitu lama bergulir, dan ingin rasanya matakuliah ini cepat berakhir, dan itu berarti reyna dapat bernapas dengan lega,
kalau bukan karena ucapan pak aldian pada lusi tempo hari, mana mau reyna masuk pada matakuliah pak aldian,dan kalau bukan karena rasa malu reyna , reyna tak bakalan mau memperhatiokan pelajaran pak aldian, karena bagi reyna, pak aldian adalah sosok yang sok dan angkuh, terbukti pada pembicaraan reyna dengan pak aldian waktu dikantin
huh,,, keluh reyna, tatkala matakuliah berakhir, lega rasanya, meski reyna merasa, penasaran itu termat sangat ia rasakan.
reyna, tunggu, tegur pak aldian, reyna jagn keluar dulu, bapak mau menyampaikan sesuatu hal .
"apa itu penting pak untuk rey"sela reyna dibalik kekecawaan rey..
teramat penting rey, dan inilah yang membuat bapak tak enak hati,,,
tak enak hati bagaimana maksud si sok dan congkak ini, batin reyna.
"ada waktu kan rey"
ya, jawab reyna, dibalik kekesalan rey pada pak aldian.
"reyna,,kenaa reyna tak pernah memperhatikan matakuliah saya, apakah reyna tidak menyukainya, ataukah ada hal yang membuat reyna tidak nyaman?.
reyna yang mendengar ucapan telak pak aldian, dan tak menyangkanya, membuat reyna semakin merasa bersalah, dan reyna tidak tahu harus menjawab apa,
ayolah rey" desak pak aldian, jawab pertnayaan bapak,
ohh, tidak apa apa pak, saya cuman sibuk pada jam matakuliah bapak ,,
"benar rey,
"iya pak benar", tegas rey.
" bapak kira, reyna tidak menyukai matematika karena bapaklah dosennya",
"oohh tentu tidak pak, saya sangat menyenangi matematika, dan saya juga senang dengan ba..."
"dengan apa rey" selidik pak aldian, yang membuat pipi reyna menjadi panas.
oh tidak pak, tidak apa"
baiklah reyna", berarti minggu depan reyna dapat mengikuti, mata kuliah bapak, selamat bertemu minggu depan reyna" dan reyna boleh pulang...
baik pak, terima kasih..
=======================================================================
eh sin, tahu tidak kalau pak aldian, mau pindah mengajar,
iya, aku juga dengar may, kalo tidak salah pak aldian pindah mengajar jadi dosen di jakarta,
iya, wah sayang ya sin, kita tidak bisa bertemu lagi dengan pak aldian yang ganteng itu....
iya may, padahal aku menyukai matematika karena pak aldian jadi dosennya,
aduh gimana dong sin, iya may, gimana dong....
dan reyna berlari menuju ruang dosen...
=======================================================================
pak aldian, kenapa bapak tidak bilang kalau bapak, mau pindah, padahal bapak berjanji pada rey minggu depan, bapak mengajar..
reyna, ini bukan kehendak bapak, melainkan ini adalah keputusan rektor, yang meminta bapak agar mengisi kekosongan dosen di jakarata, dan karena alasan untuk kemajuan bapak juga, reyna...
bapak bohong, bapak memnag pembohong, dan rey tidak percaya lagi pada bapak...
reyna terbangun dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya,,
terbangun dengan rasa penasaran yang sangat besar, ketika berita kepergian pak aldian sampai pada rey, dan rey bingung harus bagaimana...
========================================================================
sin, tahu tidak, ternyata pak aldian, pindah bukan karena di tunjuk dosen, melainkan pak aldian mau menikah sin,
ah yang benar may, masak sih, dengan siapa?
kalau tidak salah dengan lusi,,, anak kedokteran, ..
dan reyna remuk redam, mendengar berita itu,
========================================================================
reyna kehilangan orang yang sangat dia kagumi, seseorang yang sangat ia cintai dan sayangi, dan sangat dia dambakan, karena rey, mencintai pak aldian,
namun rey tidak kuasa, ketika cinta itu semakin menggebu, meski reyna harus mengorbankan jiwanya, demi kebahagian sahabatnya lusi,,,