lama aku beteman dengannya, hingga tak terasa sudah
memasuki semester ketiga, dan sungguh aku senang berteman dan
bersahabat engan reza,,,
bahagia sungguh terasa
di diriku, ketika kami bedua saling memberi dan menerima, toleransi dan
pengertian... dan tentunya bukan sebagai kekasih atau pacar.. melainkan
sebagai sahabat sejati
reza,
memang pandai meberi perhatian, kata2nya begitu membius siapa saja yang
mendengar, dan tentunya setiap orang senang berada di sampingnya...
namun
apalah arti semua pengorbananku, semua yang telah aku berikan dan aku
toleransikan kepadanya. ketika salah itu datang menjelma diriku..
sebgai pecundang yang kalah perang..
karena reza, tak menginginkanku menjadi sahabatnya.. dan reja teramat tak suka berada di dekatku..
aku yang pemarah, mudah tersinggung, dan terlalu perasa.. membuat reza makin berhati-hati denganku